Jembatan Kurangi Kemacetan

DPD RI Akan Dorong Usulkan Ke Pemprov

LAKUKAN PENGECORAN: Seorang pekerja proyek pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) tengah mengamati proses pengecoran untuk memastikan berjalan lancar.

CIMAHI – Sering terjadinya kemacetan disekitar Budaran Leuwigajah ke arah Nanjung dan Kerkoff akan menemui solusi setelah anggota DPD RI Aceng Fikri berjanji akan mendorong ke Pemprov Jabar utnuk membantu membangun tambahan jembatan.

Aceng menilai, kebutuhan jembatan tambahan, di wilayah tersebut memang harus ditambah untuk kurangi kemacetan. Terlebih, pada jam-jam sibuk situasi lalu lintas di jalan tersebut sangat parah.

’’Disitu kalau sudah menumpukan kendaraan sudah sampai 4 atau 5 baris,” tutur Aceng ketika ditemui usai pertemuan kemarin (10/1).

Dirinya mengatakan, selain volume kendaraan semakin bertambah, faktor lain penyebab kemacetan karena terbatasnya lebar ruas jembatan dan karakter jembatan yang menyempit.

Untuk menjawab kebutuhan ini pihaknya mendorong kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar segera melakukan kajian dan pelaksanaan fisik pembangunan Double Track.

Kendala yang menghambat pelaksanaan pembangunan Double Track Leuwigajah karena ada program dan kegiatan lain yang sifatnya lebih prioritas di APBD Provinsi Jawa Barat.

Kendati demikian, setelah melakukan pembicaraan dengan Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna, proyek pembangunan Double Track Leuwigajah sudah masuk Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“Sudah ada komitmen dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk segera direalisasikan. Karena sebelumnya ada skala prioritas lain sehingga anggaran untuk Double Track menjadi terpangkas. Kalah menggunakan anggaran sisa untuk membangun jembatan, tidak sampai kemana-mana,” tambah Aceng.

Namun Aceng belum bisa memastikan kapan proses lelang sampai pembangunan fisik untuk proyek tersebut bisa dilaksanakan, sebab leading sectornya berada di Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

“Harus bisa dilaksanakan secepat mungkin, tapi kita juga belum bisa bicara apakah di 2018 atau 2019. Nanti harus berkomunikasi lagi dengan Provinsi Jawa Barat, tapi intinya akan terus kita dorong,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, mengakui jika pemangkasan anggara di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 kemarin menjadi kendala realisasi pembangunan Double Track Leuwigajah.

“Pada tahun ini kami sudah membuat shopping list yang akan diajukan ke provinsi, mengenai kebutuhan apa saja yang harus disediakan di Cimahi, salah satunya kebutuhan mendesak jembatan Leuwigajah itu,” ungkap Sekretaris Bappeda Kota Cimahi, Chanifah Listiyarini.

Ia melanjutkan, Pemerintah Kota Cimahi sudah beberapa kali mengajukan pembuatan jembatan baru ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun upaya tersebut tak kunjung terealisasi.

Alasannya adalah pengajuan pertama gagal karena anggarannya dialihkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, pengajuan selanjutnya juga dibatalkan lagi karena anggarannya dialihkan untuk tata kelola SMA/SMK.

“Tahun kemarin karena ada pemangkasan juga, dan yang lebih tahun tentu internal mereka. Tapi intinya kita akan dorong di tahun mau tidak mau harus segera dilaksanakan walaupun hasil finalnya belum bisa diketahui,” pungkasnya.(ziz/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here