115

Jangan Menjadi Proyek Buang Anggaran

MENATA KEKUMUHAN: Proyek mural di Underpass Padalarang, diminta untuk memanfaatkan anggaran sebaik mungkin tanpa membuang sia-sia untuk penataan area perkumuhan.

NGAMPRAH – Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan (Puskapolek­bang) Kabupaten Bandung Barat menilai proyek pem­buatan mural di Underpass Padalarang, jangan menjadi proyek yang hanya membuang anggaran. Namun, harus jelas anggaran yang dikeluarkan dengan proyek yang tengah dikerjakan tersebut. Sebab, ada beberapa program pena­taan kawasan yang telah di­gagas sebelumnya oleh dinas yang sama, seperti pembua­tan vertical garden di Under­pass Cimareme, akhirnya berujung sia-sia.

Proyek mural yang digagas Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Per­mukiman Bandung Barat tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

“Persoalan mempercantik kawasan agar tidak kumuh jelas itu sangat positif. Tapi program itu jangan hanya seremoni dan buang-buang anggaran, justru kita itu harus lebih efisiensi terhadap ang­garan,” ujar Ketua Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan (Puskapolek­bang) KBB Holid Nurjamil di Ngamprah, kemarin.

Dirinya bukan tanpa alasan menyampaikan kritikan, ka­rena berkaca dari program yang telah dijalankan hampir tidak ada yang bertahan. Ver­tical garden yang dibuat di Underpass Cimareme pada tahun 2015 dengan mengha­biskan anggaran hingga Rp 130 juta kini hanya menyisa­kan rangkanya. Sementara, bunga-bunga hias yang awal­nya bermotifkan tulisan KBB sudah lama mati. Di daerah Parongpong, vertical gar­den yang dibuat pun semua mati tak berbekas.

Kondisi itu jelas disayangkan karena ada uang rakyat yang terbuang percuma. Hal itu bisa terjadi karena perenca­naannya tidak matang dan perawatan tidak kontinu. Masyarakat pun menilai se­perti program yang asal dija­lankan dan asal selesai. Hal itu akhirnya menimbulkan kekhawatiran yang sama ter­hadap konsep pembuatan mural di Underpass Padala­rang.

“Jangan sampai terjadi lagi. Programnya tidak berkela­njutan karena pekerjaan asal dilakukan, sehingga uang rakyat yang bersumber dari APBD jadi sia-sia,” tegasnya

Kawasan di sepanjang Un­derpass Padalarang yang menjadi pintu gerbang menu­ju perkantoran Pemkab Bandung Barat ditata oleh Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Permukiman. Penataan itu salah satunya dengan membuat mural lu­kisan di dinding sepanjang lebih dari 10 meter dengan mengambil tema tempat-tempat yang menjadi ikon di KBB seperti gedung perkan­toran, Boscha, dan lain-lain.

Terpisah sebelumnya, Ke­pala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman KBB Lia Yulia mengakui, program pem­buatan mural ini baru per­tama kali dilakukan. Proyek pembuatan mural ini sudah masuk dalam surat perintah kerja (SPK) dan sebenarnya bukan hanya akan ada di Un­derpass Padalarang. Mural ini akan ada juga di Alun-alun Lembang. Tujuannya agar kawasan tersebut menjadi lebih tertata dan tidak kumuh.

“Mural ini bagian dari de­korasi kota untuk menambah estetika karena konsepnya akan dipadukan dengan ver­tical garden dan lampu-lam­pu hias. Ini upaya untuk mempercantik area kumuh terutama di perkotaan,” pung­kasnya. (drx)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.