Jalur Garut Macet Bakal Dievaluasi

H+5 Tol Menuju Jakarta Padat

92
mudiklebaran2018
TINJAU LANGSUNG: Sejumlah petugas kepolisian saat berjaga-jaga saat persiapan contraflow di ruas tol. Arus balik Hari Raya Idul Fitri 1439 H saat ini berjalan dengan lancar.

BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen M Iriawan memastikan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1439 H berjalan dengan lancar. Hal itu dikatakannya usai meninjau langsung Pos Cileunyi kemarin (20/6).

Meski terpantau lancar menurut mantan Kapolda Jabar itu, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai arus mudik dan arus balik tahun 2018 ini. Sebab, masih ada simpul kemacetan diwilayah Jawa Barat terutama yang memasuki Garut dan Tasik.

”Volume kendaraan dan kondisi jalan tak sebanding. Kendaraan bertambah tapi jalannya segini aja. Tentu ada hal yang harus ditindaklanjuti nanti. Seperti kemacetan di Limbangan, Malangbong, Kadungora perlu ada cara bertindak lain disana,” ujar Pj Gubernur Jawa Barat yang karib disapa Iwan Bule itu.

Dikatakan Iwan, berdasarkan catatan dari kepolisian hingga hari kemarin sudah 65 persen pemudik yang kembali. ”Jadi masih ada 35 persen. Tadi saya sudah koordinasi meminta pihak kepolisian tetap melayani masyarakat di momen arus balik beberapa hari kedepan,” sambungnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, puncak arus balik melalui jalur selatan Jawa Barat sudah terlewat. Hal itu seiring dengan terus menurunnya volume kendaraan pemudik yang melintas. Meski begitu dirinya tetap meminta aparat berjaga hingga operasi ketupat selesai.

”Tahun ini lebih terurai karena jeda waktu liburnya panjang. Tahun lalu kendaraan datang sekaligus. Angka kecelakaan pun turun itu karena ada kesadaran pemudik, pergerakan anggota Polri di lapangan, dan ketiga ketersediaan rambu rambu,” kata dia.

Sementara itu Arus Lalu Lintas (Arulin) jalur Tasikmalaya – Bandung via Singaparna pada H+5 Idul Fitri mengalami penurunan. Arulin di jalur alternatif Jabar Selatan ini terpantau ramai lancar.

Dari catatan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu (20/6) jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 1.500 kendaraan per jam. Angka ini menurun dari sebelumnya yang mencapai 1.700 hingga 1.800 kendaran per jam.

”Alhamdulilah hari ini (kemarin, Red) sudah mulai mencair, angka kendaraan yang melintas sudah mulai berkurang,” kata Penanggung Jawab Pos Induk Dishub Tata Kostaman, kemarin (20/6).

Sementara itu, antrean kendaraan terjadi di ruas Tol Palimanan-Kanci (Palikanci), tepatnya Km 190, Kabupaten Cirebon, kemarin (20/6). Arus kendaraan yang didominasi mobil pribadi itu mengular sepanjang empat Kilometer dari Km 189 hingga Km 193.

Ribuan kendaraan terjebak antrean panjang di ruas Tol Palimanan-Kanci (Palikanci), Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Arus kendaraan yang didominasi roda empat pribadi, terpaksa hanya bisa berjalan merayap dengan kecepatan 20 Kilometer per jam.

Selain karena tingginya jumlah kendaraan, antrean juga disebabkan penyempitan jalur di exit Tol Tegalkarang. Pantauan JawaPos.com, arus kendaraan pun sesekali tersendat dan hanya bisa berjalan merayap dengan kecepatan maksimal 20 Km per jam.

Penyebab antrean panjang pun akibat adanya antrean loket transaksi pintu keluar Tol Tegalkarang yang menyebabkan lajur kendaraan yang semula tiga jalur, menjadi dua lajur. Sejumlah petugas tim urai dari Satlantas Polres Cirebon terus berupaya mengurai kendaraan agar tidak terus memanjang.

”Pengendalian arus kendaraan di Tol Palikanci dan Tol Cipali terus dilakukan petugas. Diprediksi akan terjadi lonjakan lagi hingga malam nanti (kemarin, Red.),” ujar Kasatlantas Polres Cirebon, AKP Ahmat Troy Aprio.

Dia mengatakan, jumlah kendaraan yang masuk dari Tol Palikanci menuju Tol Cipali tercatat 30.153 kendaraan ke arah Jakarta. Sementara dari arah sebaliknya, kendaraan dari Jakarta menuju arah Jawa tercatat sebanyak 5.123 kendaraan.

”Kemungkinan akan dilakukan sistem satu arah bisa dilakukan kembali, bila lonjakan kendaraan di Tol Palikanci dan Cipali terus meningkat,” paparnya.

Hal sama juga terjadi di tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada H+5 mengalami kepadatan volume kendaraan. Untuk mengurai kemacetan menurut Customer & Employee Relations Manager PT Jasa Marga, Faiza Riani, pihaknya melakukan sistem contraflow sepanjang 32 kilometer, mulai dari Karawang hingga Cikarang Utama.

”Sesuai diskresi Kepolisian, Jasa Marga memberlakukan contraflow, mulai dari Km 61 sampai dengan Km 29 pada pukul 10.25 WIB,” ujar Faiza.

Hal tersebut, menurutnya dilakukan agar kepadatan di tol Japek 66 atau simpang Dawuan, Karawang segera mencair dan tidak menghambat laju kendaraan.

Selain itu, diharapkan juga dapat memecah kepadatan di tiga rest area Jalan Tol penghubung ibukota dengan Karawang arah Jakarta.

 

Faiza menyebut, Rest area yang dikhawatirkan mengalami kepadatan itu yaitu di Km 62, Km 52 dan Km 42. ”Serta mengurai kepadatan di saat penyempitan lajur yang menyempit atau bottleneck di Km 47 hingga KM 46,” ucapnya.

Untuk mendukung kelancaran rekayasa arus lalu lintas itu, Jasa Marga Cabang Japek pun menyiagakan petugas pengaturan lalulintas dan penyiapan rambu-rambu.

Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Diketahui juga, ruas tol Cipali dari arah Cirebon menuju Jakarta pun diberlakukan sistem Contraflow tersebut. Cara bertindak itu dilakukan mulai dari KM 104 hingga KM 100, guna menghindari kepadatan di sekitar Rest area KM 102, Subang.

Pemberlakuan rekayasa lalin yang menggunakan sebagian jalur yang berlawanan itu dilakukan pada pukul 12.30 kemarin. (rmo/nie/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.