Exco PSSI Bantah Tudingan Pengaturan Skor

26

JAKARTA – Pengamat sepak bola yang juga mantan Ko­mite Etik PSSI, Anton Sanjoyo, memberikan kritik mengenai dugaan pengaturan skor alias matchfixing yang melibatkan anggota Exco PSSI. Bagi dia, semua anggota Exco PSSI, tak layak duduk di kursi terhormat tersebut.

Sebelumnya, nama ang­gota Exco Hidayat sempat disebut-sebut oleh Januar Herwanto, manajer Madura FC, sebagai pihak yang men­coba menawarkan untuk mengatur pertandingan di babak 8 besar Liga 2. Laga yang akan diatur adalah antara Madura FC dan PSS Sleman.

Nilai yang ditawarkanpun disebut, yakni Rp 150 juta untuk melepas laga tandang, dan sama-sama berbagi ke­menangan saat tampil di kan­dang masing-masing. Setelah menerima, belakangan Ja­nuar menolak.

“Bagi saya dia (Hidayat) su­dah nggak layak. Bagi saya, semua orang yang ada di Exco dan komite-komitenya tidak ada yang layak mengu­rusi sepak bola. Voter juga nggak ada hati nurani, ini karena voter juga nggak mau sepak bola menjadi baik,” katanya.

Dia pun menyarankan, se­cara etika sudah ada pelang­garan etika yang besar dan sudah seharusnya, Exco yang menyentuh wilayah haram dalam sepak bola itu, mengam­bil sikap yang tepat. Karena pelanggaran itu cukup besar, Anton meminta agar Hidayat melepaskan jabatannya itu.

Sementara, nama Hidayat, Exco PSSI, yang disebut terli­bat pengaturan skor dalam laga Liga 2 antara PSS Sleman dan Madura FC mendadak terkenal.

Dia kemudian langsung melakukan klarifikasi untuk menepis tudingan dari ma­najer Madura United, Januar Herwanto.

Menurut Hidayat, dia tak pernah terlibat dalam penga­turan skor. Dia hanya sebatas komunikasi biasa kepada manajer Madura FC tersebut.

“Saya tidak pernah melaku­kan pengaturan skor sebagai­mana yang dituduhkan ma­najer Madura FC. Peristiwa yang disampaikan Yanuar benar adanya, saya WA (Whats­App), terus telepon Manajer Madura FC, tetapi substansi­nya (pembicaraan) yang di­rekayasa,” kata dia.

Hidayat menceritakan, ke­jadian ini ada di babak dela­pan besar Liga 2 2018. Saat itu, PSS Sleman berada satu grup dengan Madura. Saat akan saling berjumpa, kemu­dian dijalin komunikasi agar kedua tim bergantian menang saat berjumpa.

Dalam format home and-away, memang kedua tim akan berjumpa dua kali dalam satu grup tersebut. Tapi, Hidayat mengelak, bahwa saat itu dia dianggap sebagai exco PSSI.

“Peristiwa ini diawali teman Sleman telepon untuk gan­tian menang (kapasitas saya dianggap masih mengelola Madura FC jadi bukan kapa­sitas sebagai Exco). Saya sam­bungkan ke Manajer Madura,” tuturnya. (jppn/drx)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.