Insentif Perisai BPJS TK Menggiurkan

144

BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan (TK) mengajak masyarakat untuk ikut aktif menjadi agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Akan ada insentif menggiurkan bagi mereka yang mendaftar dan mampu menambah jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, fee tersebut terus mengalir sepanjang anggota baru membayar iuran.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agung Susanto mengatakan, terdapat dua macam insentif yang akan diberikan kepada anggota Perisai. Pertama, insentif akusisi sebesar Rp 500 ribu. Bonus kedua yaitu insentif iuran sebesar 7,5 persen dari jumlah iuran yang diterima. Kedua insentif tersebut dibayarkan setiap bulan.

Agung mencontohkan bonus yang bisa didapat seorang agen Perisai. Misalnya saja dalam kurun waktu sebulan, si agen mampu mengakusisi sebanyak 2.227 peserta baru BPJS Ketenagakerjaan. Besaran iuran anggota baru sebanyak itu yakni Rp 38.902.000. Maka, insentif iuran yang didapat Perisai sebanyak Rp 2.917.650.

”Ditambah insentif akusisi sebesar Rp 500 ribu. Sehingga total yang didapat agen di akhir bulan yaitu Rp 3.417.650,” jelas Agung di hadapan para Perisai dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan se-Jawa Barat di Hotel Trans Luxury, kemarin (4/1).

Pendapatan Perisai akan semakin bertambah di bulan beikutnya jika ia mampu terus menambah peserta baru. Agung mencontohkan lagi. Pada bulan kedua, Perisai menambah peserta baru menjadi 5.000 orang. Iuran wajib peserta sebanyak itu Rp 6.550.629.

”Dikalikan 7,5 persen insentif iuran dan insentif akusisi sebesar Rp 500 ribu, maka Perisai berhak mendapat penghasilan sebanyak Rp 9.968.270. Begitu pun di bulan ketiga dan seterusnya. Pendapatannya akan terus bertambah,” paparnya.

Namun, Agung menegaskan, iuran akusisi diberikan kepada Perisai yang mampu menambah anggota baru minimalnya sebanyak 50 orang setiap bulannya.

Agung memaparkan, sejak pertama mendaftar dan dinyatakan lolos stelah melewati serangkaian verifikasi pendaftaran, Perisai langsung diberikan modal pertama sebesar Rp 100.000. Perisai akan diberikan akun untuk dijalankan di sistem aplikasi Perisai yang bisa diunduh di smartphone.

”Syarat masuk Perisai harus bisa mengoperasikan smartphone. Sebab, cek pendapatan dan transaksi lainnya hanya bisa dilihat dari akun di handphone Perisai,” tuturnya.

Jika Perisai sejak mendaftar tidak melakukan akusisi tenaga kerja dan tidak ada pembayaran iuran lanjutan selama tiga bulan berturut-turut, secara otomatis sistem informasi Perisai akan menonaktifkan akun Perisai yang bersangkutan. “Perisai kehilangan hak-haknya sebagai Perisai,” tegasnya.

Akun Perisai tersebut dapat diaktifkan kembali atas pemintaan kantor Perisai paling cepat enam bulan setelah penonaktifan. Berbeda jika Perisai terbukti melakukan fraud, tindak pidana, praktik gratifikasi, maka kantor cabang memberhentikan langsung Perisai dan mencabut semua haknya.

Agung mengungkapkan, kerja Perisai tergolong menggiurkan. Bagaimana tidak, hanya sekali menambah anggota peserta BPJS Ketenagakerjaan saja, pendapatannya akan terus mengalir selama anggota baru tersebut melakukan iuran.

”Insentif akan diberikan sesuai jumlah keaktifan peserta yang diajak Perisai membayar iuran. Hanya sekali kerja. Tapi pendapatan terus mengalir. Tinggal tidur, tahu-tahu duit masuk ke akun Perisai. Insentif diberikan secara otomatis ke akun aplikasi Perisai,” urainya.

Selain pendapatan dari insentif, Perisai akan mendapatkan penghargaan lainnya seperti jalan-jalan dan lainnya yang ditentukan kemudian oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Untuk itu, Perisai diharapkan tidak focus mengejar insentif akusisi. Karena insentif iuran lebih menguntungkan,” tandasnya.

Sistem Perisai dan pendapatannya ini dibuat dalam rangka tugas negara melindungi masyarakat sesuai dengan amanat UUD 1945. Hanya saja, dalam hal ini masyarakat diharapkan kesadarannya untuk ikut menjadi anggota baru BPJS Ketenagakerjaan dan aktif membayar iurannya.

”Untuk mendongkrak jumlah kepesertaan baru, maka dibutuhkan Perisai. Mereka ini adalah masyarakat yang mendaftar. Pegawai tidak boleh menjadi Perisai,” tandasnya lagi.

Meski pembayaran iuran sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat, namun pihaknya menegaskan tidak mencari keuntungan. BPJS Ketenagakerjaan, ungkap dia, bukan sebagai lembaga profit oriented. ”Kami dilarang mencari untung. Kami hanya melayani masyarakat untuk mendapatkan hak jaminan sosialnya,” pungkasnya. (and/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here