91

Indofarma: Pasar Jabar Masih Potensial

ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
COSTUMER GATHERING: Director Finance, SDM and Marketing PT Indofarma Tbk. Wahyuli Safari (kiri) bersama jajaran saat menghadiri Event Costumer Gathering di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Kota Bandung, Sabtu (25/3).

BANDUNG – PT Indofarma (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di bidang usaha industri farmasi. Terus mendekatkan diri dengan para pelanggannya termasuk di Provonsi Jawa Barat (Jabar).

Manager Pemasaran PT Indofarma (Persero) Tbk, Agus Pramono menyebutkan pasar Jabar, masih sangat potensial bagi Indofarma. Menurut dia, sekitar 10 persen sumbangsih untuk pasar nasional, karena jumlah penduduknya sangat besar hampir 48 juta jiwa. Tentunya, pasarnya sangat loyal, untuk produknya, hal ini menjadi primadona tersendiri.

”Gathering kali ini, dihadiri Dua distributor besar dan 29 sub distributor. Tentunya, kami juga sangat mengapresiasi kepada seluruh distributor dan sub distributor yang telah bekerjasama selama ini. Selain itu, kami juga memberikan penghargaan tersendiri bagi distributor yang berprestasi,” kata Agus saat customer gathering bertajuk ”Bersinergi untuk Tumbuh dan Berkembang Bersama” di Hotel Bidakara Grand Savoy Homan Jalan Asia-Afrika, Bandung, Sabtu (24/3).

Lanjutnya, untuk menjaga kualitas. Pihaknya senantiasa selalu patuh pada pemenuhan standarisasi regulasi farmasi di Indonesia. Hal ini, akan mampu menempatkan Indofarma sebagai cerminan entitas usaha yang mematuhi regulasi dalam menyediakan obat berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

”Misi kami akan terus membangun konsistensi kualitas produk melalui fasilitas dan sistem berbasis risiko mutu. Tentunya, juga akan terus meningkatkan efektifitas dan efesiensi supply chain management melalui enterprise resource planning dan perbaikan proses bisnis,” paparnya.

Tapi Indofarma kali ini, kata Agus, memiliki tanggung jawab pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat dengan menyediakan produk obat generik. Hal tersebut, masih menjadi andalan perusahaannya untuk pangsa pasar nasional. Berdasarkan data Intercontinental Marketing Service (IMS), pasar produk etikal tumbuh 1,65 persen di tahun 2017.

”Peningkatan ini, disebabkan pasar di kelompok etikal generik sebagai efek dari penerapan sistem Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Program JKN ini telah dimulai dari 2014, hingga sekarang masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi penjualan produk perusahaannya,” ujarnya.

Selain obat generik lanjutnya, perusahaannya juga menyediakan produk obat, herbal, dan alat diagnostik yang berkualitas dibidang kesehatan. Tentunya, dengan dukungan distributor farmasi nasional yakni PT Indofarma Global Meika dan PT Mensa Bina Sukses dengan jumlah 70 cabang. Dengan jumlah distributor tersebut, produk Indofarma dapat diperoleh di apotek dan rumah sakit (RS) diseluruh wilayah Indonesia.

”Hal ini untuk peningkatan pemerataan distribusi produk Indofarma di pasar farmasi. Kami telah bekerjasama dengan para mitra bisnis yang bergerak di pasar farmasi nasional, seperti Pedagang Besar Farmasi dan Apotek,” pungkasnya. (pan/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.