149

IKM Harus Bisa Memanfaatkan Teknologi

Butuh Konten Komersil dalam Bentuk Online

TERUS DIPROMOSIKAN: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hj. Poppy Hopipah memperlihatkan produk-produk IKM berupa kopi yang menjadi andalan Kabupaten Bandung.

SOREANG – Untuk mening­katkan kualitas perdagangan dan perindustrian setiap wi­layah, Dinas Perdagangan dan Perinduatrian (Disperin) Kabupaten Bandung mem­berikan pelatihan e-commer­ce kepada ratusan Industri Kecil Menengah (IKM) dari 31 Kecamatan seKabupaten Bandung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperin) Kabupaten Bandung Hj. Poppy Hopipah menagtakan, kegia­tan untuk mengubah para­digma pelaku IKM di kabu­paten Bandung agar melek tekhnologi.

”Saat ini jamannya sudah on­len, jadi mereka para IKM ha­rus bisa mengikuti jaman dan tekhnologi,” ungkap Poppy saat di wawancara, kemarin. (4/12).

Dia menerangkan, seba­nyak 5 ribu lebih pelaku IKM yang tercatat di Disperin Ka­bupaten Bandung harus bisa mengikuti perkembangan zaman dengan memiliki toko online. Sehingga, bisa me­ningkatkan penjualannya lebih meluas lagi.

Dia mengaku saat ini, mengik­uti pelatihan sekitar 150 pe­serta dari berbagai kelompok IKM, agro maupun non agro, diantaranya kuliner, kopi, Kraf, fashion dan lainnya sedangkan pelatihannya dilaksanakan selama tiga hari.

Sementara itu, Asisten 2 bi­dang perekonomian dan Ke­sejahteraan Kabupaten Bandung, Marlan mengung­kapkan, adanya pelatihan di­harapkan akan berpengaruh terhadap konsep smart village.

” Diharapkan apabila smart village sudah berjalan di masing-masing desa IKM yang ada di wilayah tersebut bisa memanfaatkan konten, se­hingga mudah mengakses internet tersebut,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Marlan pi­haknya sedang melakukan pembahasan dengan pihak Tel U untuk format internet yang mudah di akses oleh masyarakat. Meski sudah di­buat oleh Kominfo tapi masih berupa konten-konten infor­masi publik

’’Nah untuk IKM ini harus ada konten komersil dan me­miliki tampilan yang berbeda,”kata dia.

Untuk itu, pengembangan Bandung seribu dengan smart village, dikaitkan dengan E-commerce dan untuk Tel U formatnya seperti apa.

Dia mengungkapkan, diren­canakan 2019 ini bisa dilaks­anakan e-commerce. Dan saat ini sudah masuk ke BAPEDA, sehingga diharapkan oleh bapeda di Push ke masing-masing perangkat daerah khususnya ke pembinaan UMKM.

”Saat ini sudah masuk BA­PEDA, tinggal tunggu reali­sasinua,” imbuhnya.

Marlan berharap, untuk ke­depannya dengan kegiatan ini bisa menjadi keunggulan Kabupaten Bandung dalam meningkatkan ekonomian masyarakat, karena jangan sampai ketinggalan dengan technologi informasi.

”Kalau kita hanya berjalan dengan konvensional maka akan tertinggal dengan daerah lain, terlebih tekhnologi in­formasi sudah berkembang pesat sehingga IKM sudah seharusnya melek techno­logi,” tandasnya. (yul/yan)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.