IGI Jabar Aktualisasi Metode Ajar Guru

Bandung – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Barat menilai guru sebagai tenaga pendidik memiliki potensi atau kreativitas yang bisa diterapkan dalam memberikan pengajaran. Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar bisa dinikmati peserta didik.

Potensi tersebut tentunya bisa dituangkan dalam bentuk atau metode yang dinilai sesuai dengan karakter peserta didik. Guru-guru yang tergabung dalam IGI Jawa Barat misalnya. Mereka memiliki metode pembelajaran atau kanal-kanal yang dinilai mampu meningkatkan kualitas guru.

Uniknya, kanal-kanal tersebut dibuat sedemikian rupa menjadi sebuah akronim untuk mewakili masing-masing potensi yang dimiliki guru-guru dalam proses mendidik siswa-siswinya. Misalnya, Sagusaka (Satu Guru Satu LJK), Saguberen (Satu Guru Satu Entrepreuner) dan Sagudistro (Satu Guru Satu Story Telling).

Kemudian, Sagusapop (Satu Guru Satu Pembelajaran) Sagusabola (Satu Guru Satu Olimpyade), Sagusabest (Satu Guru Satu Best Practice), Sagukupat (Satu Guru Satu Buku Paket), Sagusapen (Satu Guru Satu Cerpen) dan Sagusata (Satu Guru Satu Cerita Anak).

Atas dasar tersebut, IGI Jawa Barat akan menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Kanal Pelatihan IGI Jawa Barat 2018 guna memperkenalkan dan menyosialisasikan semua kanal yang telah melalui proses verifikasi pasca Temu Nasional Pelatih (TNP) 2018 kepada guru-guru yang ada di Jawa Barat.

Rencananya, kegiatan TOT Kanal Pelatihan IGI Jawa Barat akan digelar selama dua hari mulai 16-17 Februari 2018 di Gedung PPPPTK IPA, Jalan Diponegoro, Kota Bandung dengan total peserta yang hadir sebanyak 150 orang guru anggota IGI dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Barat.

Ketua IGI Jawa Barat Cucu Sukmana menuturkan, adanya kegiatan tersebut untuk mendorong potensi para guru agar mempunyai cara tersendiri dalam mengajar agar kualitas guru semakin berkembang. Menurutnya, dengan kanal-kanal tersebut dinilai akan mengembangkan kreativitas guru dalam proses mengajar.

”Kanal-kanal itu banyak diciptakan oleh guru-guru di Jawa Barat. Sehingga nanti kita akan men-TOT 150 guru untuk menjadi trainer yang akan kita sebar ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat,” kata Cucu kepada Jabar Ekspres kemarin (14/2).

Cucu mencontohkan, dalam kanal Sagukupat atau Satu Guru Satu Buku Paket. Guru-guru didorong tidak hanya sekadar menerima buku paket saja malainkan bisa juga menciptakan buku paket sendiri sebagai bahan pembelajaran.

”Itu yang kita dorong karena yang tahu potensi ya guru itu sendiri. Dalam mengajar siswanya ya guru itu sendiri yang tahu karakter siswanya,” ujarnya.

Dikatakan Cucu, pihaknya membuat model atau kanal tersebut bukan tanpa alasan. Dirinya menilai kurikulum yang sudah diatur pemerintah seolah mendikte guru dalam proses mengajar dan terkesan menjadi sebuah intervensi. Padahal, setiap guru di masing-masing daerah tentunya memiliki kapasitas tersendiri sesuai dengan kondisional sekolah tersebut.

”Jadi di negeri ini tidak bisa main flat karena semua guru punya potensi dan potensi-potensi ini setelah kita eksplorasi itu luar biasa berkembang,” ujarnya lagi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi alasan bagi IGI Jawa Barat untuk mencari sebuah model di dalam updaya memberdayakan. Dengan adanya kanal tersebut, guru diberdayakan di dalam metode pembelajaran dengan mengeksplorasi potensi yang dimiliki masing-masing untuk kemudian disebarluaskan.

”Dari hasil TOT ini ke depan guru-guru juga bisa melatih guru-guru lain mulai dari lingkaran perkotaan sampai ke pelosok,” kata dia. (mg2/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here