Hasanah Tak Minta Purnawirawan Merapat

92
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
NETRALITAS TNI-POLRI: Pangdam III/Siliwangi Mayjen Doni Monardo (kiri), Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi (kedua kiri), Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat (keempat kiri) dan Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto (ketiga kiri) berkunjung ke DPD PDIP Jabar di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, kemarin, (14/2).

Bandung – Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat berjanji akan patuh terhadap seluruh aturan selama proses Pemilihan terutama kampanye berlangsung. Hal ini disampaikan saat Polda Jabar, Pangda III/Siliwangi, KPUD serta Bawaslu Jabar mengunjungi seluruh rumah pemenangan empat pasangan calon, kemarin (14/2).

Pasangan calon Hasanah (TB Hasanuddin-Anton Charliyan) nomor urut 2 menegaskan, pihaknya bersama tim kampanye berjanji tidak akan menggunakan kampanye hitam. Tapi, akan lebih menekankan adu gagasan dan penguatan ideologi terhadap Pancasila.

”Saya janji dan akan imbau kepada 350 ribu pengurus untuk tidak melakukan kampanye hitam karena jelas tidak boleh sudah diatur dalam UU ITE. Sebab, saya yang buat saat di DPR. Saya yang menjadi ketuanya,” tutur TB Hasanuddin, kemarin.

Priahl netralitas TNI ataupun Polri, kata pria yang akrab disapa Kang Hasan itu, pihaknya berjanji tidak melakukan mobilisasi politik TNI dan Polri, meski dia dan Anton Charliyan merupakan mantan jenderal TNI dan Polri. Sebaliknya, meskipun tidak memobilisasi, tidak sedikit para purnawirawan yang justru datang kepadanya untuk berkomitmen memenangkan Hasanah.

”Jadi jangan salahkan kami di saat kami tidak melakukan mobilisasi TNI ataupun Polri (keluarga, Red) tapi mereka datang sendiri ke kita. Sebab, kita sama-sama tahu kondisi TNI dan Polri di lapangan saat ini,” ungkapnya.

Namun demikian, Hasanah akan selalu mengingatkan kepada TNI dan Polri agar netral dalam Pilkada Jabar 2018 ini. Termasuk berkomitmen terhadap mewujudkan Pilkada Jabar yang aman dan tertib.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Anton Charliyan menambahkan, pihaknya sangat paham betul terhadap netralitas TNI dan Polri. ”Saya paham atas pesan Kapolda Jabar dan Pangdam Siliwangi, insya Allah pesan itu akan kita lakukan,” tambahnya.

Paslon nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) mengaku, sangat senang atas silaturahmi yang digagas Kapolda Jabar dengan Pangdam III/Siliwangi tersebut. Pasangan Asyik berjanji akan terus berkoordinasi dengan penyelenggara Pemilu untuk mewujudkan Pilkada Jabar yang aman.

Alhamdulilah, kami dikunjungi dan suatu kehormatan atas kunjungan ini. Kami berjanji akan berkampanye secara sehat, dan menjadikan Pilkada Jabar damai dan mencegah konflik terjadi,” tutur Sudrajat.

Menurut Sudrajat, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya tadi menciptakan Pilkada aman. ”Pangdam Siliwangi dan Kapolda Jabar pun meminta koordinasinya atas sesuatu permasalahan yang menyangkut keamanan Pilkada,” lanjutnya.

Sedangkan, calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan berkomitmen untuk menjaga Pilkada Jabar tetap aman. Sebab, mereka akan melakukan kampanye ilmiah, adu gagasan, dan kreatif. Sebab, Ridwan Kamil, kampanye dengan lebih ilmiah adalah menang dengan bermartabat.

”Untuk itu, saya berpesan kepada seluruh relawan dan tim kampanye untuk memastikan membuat konten kampanye yang positif bukan dengan menjelek-jelekkan orang apalagi menginjak-injak harga diri seseorang,” tutur pria yang akrab disapa Emil tersebut.

Untuk menjamin hal tersebut jelasnya, pihaknya dengan tim kampanye membuat nota kesepahaman dengan seluruh relawan agar berkampanye yang positif dan sesuai standar yang ditentukan oleh tim pasangan Rindu.

”Saya berharap dengan cara-cara tersebut, cita-cita mewujudkan Pilkada Jabar yang aman dan menjadi contoh provinsi lain dapat terwujud,” jelasnya.

Ketua DPD Partai Nasdem Jawa Barat, Saan Mustofa menambahkan pihaknya tentu akan menaati seluruh aturan yang ada untuk menjaga kualitas Pilkada Jabar 2018 yang baik, dan terutamanya melahirkan calon pemimpin yang amanah.

”Kami berkomitmen untuk menjaga kondusivitas di Jabar, dan saya akan berusaha agar prediksi banyak pihak apabila Pilkada Jabar rentan penuh dengan konflik tidak akan terjadi. Namun demikian, saya menitip kepada Bawaslu dan Kapolda Jabar untuk lebih responsif terhadap pelanggaran baik yang dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan terutama kampanye hitam,” pintanya.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 4 Deddy Mizwar mengatakan, proses demokrasi ini tentu selain pihaknya sebagai salah kontestan. Dirinya pun merasa bertanggung jawab untuk mengawal proses demokrasi ini agar bisa berjalan damai, berkualitas dan mampu menjadi ajang wisata politik.

”Khususnya menjadi Pilkada yang dicontoh provinsi lainnya, dimana Pilkada Jabar akan aman dan tertib,” tuturnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Irfan Suryanegara menambahkan, Partai Golkar, Demokrat, Perindo dan PKPI berkomitmen untuk menjaga proses demokrasi dan akan mencegak prediksi Pilkada Jabar penuh konflik terealisasi.

”Kami berharap Pilkada di Jabar ini jangan sampai membuat kening berkerut tetapi harus menunjukkan politik yang santun,” tambahnya. (mg2/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.