Hari Ini Bazaar Ditambah Daging Ayam dan Cabai

Antisipasi Lonjakan Harga

ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
BAZAR PANGAN: Warga Cimahi mengantre membeli beras di acara bazar beras murah di halaman Kantor Kecamatan Cimahi Selatan, Jalan Baros, Kota Cimahi, kemarin (12/1).

CIMAHI – Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan) Provinsi Jawa Barat (Jabar) langsung ikut turun tangan dengan menggelar Bazar Pangan murah. Langkah ini sebagai antisipasi dari kenaikan harga beras yang cukup tinggi belakangan ini.

Kepala Dispangtan Pro­vinsi Jabar Dewi Sartika men­gatakan, berdasarkan koefisien variasi peningkatan harga beras tertinggi terjadi di Bandung Raya yang mencapai hingga 17 persen.

Melihat kenaikan tersebut, maka pihaknya langsung ber­koordinasi dengan pihak BI, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Bulog dan Satgas pangan serta kepala Badan Ketahanan Pangan Kemen­terian Pertanian untuk mela­kukan Bazaar Pangan Murah Berkualitas.

”Ini bertujuan agar masy­arakat bisa dengan mudah mendapatkan barang dengan harga murah. Di Pasar beras medium dijual rata rata Rp 11.000 di sini mereka bisa membeli dengan harga Rp 8.800,” kata Dewi di sela-sela kegiatan di halaman Kantor Kecamatan Cimahi Selatan, Jalan Baros, kemarin (12/1).

Dewi menjelaskan, pelaks­anaan bazaar ini merupakan rangkaian kegiatan dari empat Provinsi di Indonesia dianta­ranya Jawa Tengah, Jogja, DKI dan Jabar. Untuk di Jabar, Pem­prov melaksanakan bazaar di tiga titik. Di antaranya, dua di Kota Bandung dan satu di Kota Cimahi.

”Rencananya kegiatan ini dilakukan selama dua hari. Satu titik kami baru bisa me­nyediakan sebanyak lima ton beras perharinya,” jelasnya.

Dewi menjamin, untuk be­ras yang dijual adalah beras berkualitas baik. Sebab Dewi mengaku, beras tersebut di­ambil langsung dari hasil panen para kelompok petani binaan.

”Sebanyak 10 kilogram un­tuk per orang. Besok (hari ini, Red) akan ada tambahan komoditas selain beras ada cabai, bawang dan daging ayam,” urainya.

Menurut Dewi, salah satu kenaikan beras tersebut di­duga karena masih adanya petani yang menjual hasil panennya langsung ke Ja­karta tidak dijual di Jabar.

Di tempat yang sama, Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna berterima kasih kepada Dis­tanpang Provinsi Jabar yang sudah memperhatikan warga Cimahi dengan mengadakan bazaar tersebut. ”Mungkin kenaikan karena musim tanam. Memang biasanya saat musim tanam harga selalu melonjak naik,” pungkasnya. (ziz/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here