61

Hanura Tak Bersyarat

Berikan Dukungan Kepada Ridwan Kamil

ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SURAT TUGAS: Ketua DPD Partai Hanura Jabar Aceng H. M Fikri (kanan) menyerahkan surat tugas kepada Balongub Ridwan Kamil (kiri), kemarin (2/1).

Bandung – Setelah sebelumnya ramai di dunia maya, surat tugas untuk Ridwan Kamil dari Hanura akhirnya diberikan. Surat Tugas itu diserahkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Barat Aceng Fikri di kantor DPD Partai Hanura Jabar, kemarin (2/1).

Meski demikian, Aceng Fikri menegaskan, pemberian dukungan dari DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kepada Ridwan Kamil belum bulat. Baru sebatas diikat Surat Tugas untuk melakukan konsolidasi lebih lanjut dengan Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jawa Barat. Dengan kata lain, dukungan tersebut bisa dicabut kembali.

”DPD Partai Hanura Jabar pastikan dukungan kepada Ridwan Kamil ini sudah final. Tapi terakhir nanti di DPP,” ucapnya, kemarin.

Anggota DPR RI ini mengungkapkan, keputusan Partai Hanura memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil karena banyak pertimbangan. Di antaranya melihat hasil survei yang menunjukkan Ridwan Kamil selalu teratas dari berbagai aspek. Dengan alasan itu, akhirnya DPD Partai Hanura lebih memilih mendukung dan berkoalisi dengan Ridwan Kamil dibandingkan dengan merapat ke PDIP. ”Jadi, insya Allah dukungan ini final. Mudah-mudahan Senin depan (8/1) akan kita deklarasikan termasuk pemberian Surat Keputusan (SK) dukungan dan Pendaftaran ke KPU Jabar,” urainya.

Karena dukungan ini tanpa syarat, terang Aceng, artinya Hanura tidak menuntut kepada Ridwan Kamil kader Hanura harus menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat untuk mendampingi RK. Jadi, urusan bakal calon Jabar II ini diserahkan selebihnya kepada Ridwan Kamil dan anggota koalisi pengusung Ridwan Kamil lainnya.

”Kami Partai Hanura tidak mensyaratkan ataupun meminta apa-apa kepada Ridwan Kamil, termasuk meminta mahar. Jadi semata-mata normatif memberikan dukungan dengan harapan menang di Pilgub Jabar 2018,” terangnya.

Menurut dia, Partai Hanura pun harus bercermin diri mengingat kursi di DPRD Jawa Barat hanya tiga kursi. Artinya secara bargaining position (daya tawar) tidak bisa meminta kader Partai Hanura menjadi salah satu kandidat bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat.

”Kita tentu sadar diri dengan tiga kursi di DPRD Jawa Barat tak bisa kita minta kader Kita untuk menjadi bakal calon pendamping Ridwan Kamil,” ujarnya lagi.

Sementara itu, skema politik Partai Hanura sebelumnya yaitu, yang mewacanakan akan berkoalisi dengan PDIP, menurut Aceng, saat ini Hanura dalam posisi sudah berkoalisi dengan Ridwan Kamil. Artinya koalisi dengan PDIP tidak bisa terealisasi. Sebab, selama melakukan komunikasi politik baik di level DPP maupun DPD Partai Hanura tidak ada kesepakatan bersama.

Di tempat yang sama, bakal calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, sangat berterima kasih kepada Partai Hanura baik itu di level DPP maupun DPD dan lainnya atas keputusannya untuk mendukung dirinya melaju di Pilgub Jabar 2018.

”Saya mendapatkan kehormatan dalam bentuk dukungan yaitu Surat Tugas dari Partai Hanura. Saya terharu karena Hanura tidak meminta mahar ataupun menuntut syarat kadernya harus menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, dan dukungan Hanura ini lebih mengedepankan aspirasi masyarakat dan sangat proporsional,” tuturnya.

Setelah mendapatkan Surat Tugas, Ridwan Kamil mengaku, akan terus melakukan komunikasi dengan Partai Hanura terutamanya di tingkat DPD untuk mengonsolidasikan kemenangan. Utamanya, menyinergikan visi dan misi dengan anggota koalisi lainnya.

”Mudah-mudahan nilai elektabilitas saya terus konsisten tinggi sampai menang,” jelasnya.

Dukungan ini pihaknya dapatkan terang Ridwan Kamil, tentu melalui proses ataupun mekanisme yang diterapkan oleh Partai Hanura.  Terutama penjelasan visi misi untuk Jawa Barat termasuk solusi atas permasalahan di Jawa Barat 5 tahun mendatang.

”Di Hanura itu, saya melakukan fit and profer test, ya seperti ujian. Alhamdulilah lulus dengan masuknya dukungan Hanura ke saya, dengan Surat Tugas dari Partai Hanura bentuk komunikasi akan lebih sinkron dan saya pun akan tenang ke depannya serta saling membantu untuk membangun Jawa Barat,” terangnya.

Selain itu, pria yang juga akrab disapa Kang Emil ini berharap, dukungan ini tidak akan berubah sampai akhir. Mengingat dalam politik hitungan jam bahkan detik penuh dinamika atau bisa berubah. ”Ya, mudah-mudahan dukungan ini tidak akan berubah lagi atau dicabut lagi,” harapnya.

Sementara itu, mengenai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat, pihaknya mengakui jika hal tersebut sedang dalam proses pembahasan dengan DPP partai politik anggota koalisi ini. Artinya, pihaknya pun masih menunggu hasil keputusannya siapakah yang akan dipilih untuk mendudukui posisi Jabar II.

”Sampai hari ini soal bakal calon cawagub masih dibahas di DPP, jadi saya pun masih menunggu, dan siapapun yang berminat jadi wakilnya silakan. Tapi, posisinya bukan minta ke saya tetapi harus komunikasi dengan DPP karena itu sudah ranahnya DPP parpol,” urainya. (mg2/rie)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.