Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

44

CIKARANG – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Barat memandang, harus ada peningkatan kualitas guru. Salah satunya dengan meng-upgrade serta memberikan ruang bebas untuk guru mengekspresikan pola pengajaran.

Ketua IGI Jawa Barat Cucu Sukmana, ST, MM, seharusnya guru diberikan kebebasan mengajar. Dalam arti guru sebagai pribadi guru itu sendiri. ”Tidak zamannya lagi untuk dimonopoli. Biarkan dia memilih organisasi guru, seperti IGI, semua boleh mengutarakan pendapat,” kata Cucu usai mengisi seminar Guru Bermutu Bangsaku Maju di Celecton Hotel Jababeka, Cikarang Utara, Sabtu (10/3) lalu.

Cucu mengungkapkan, IGI selalu berupaya untuk meningkatkan peningkatan mutu. ”Dan kita serahkan dalam proses mendidik, memberikan pelajaran atau pembelajaran kepada guru,” katanya pada Cikarang Ekspres (Jabar Ekspres Group).

Dia berpandangan, jika pro­ses pembelajaran diberikan kewenangan untuk bebas disampaikan, maka akan tum­buh kreativitas dan inovasi. Tidak hanya dari guru, tapi pola seperti itu juga akan me­rangsang kreativitas murid karena pola belajar tidak kaku. Begitupun dalam me­milih organisasi profesi guru.

”Seperti yang dilakukan IGI, kami mengajak untuk memahami diri sendiri (sebagai guru), agar pro­fessional. Sehingga guru menjadi bermutu dan bangsanya menjadi maju,” tegasnya.

Direktur Pembinaan Guru pendidikan Menengah Ke­mendikbud Ir Sri Renani Pantjastuti juga mengajak guru agar terus berkarya. Sebab, hebatnya sebuah bangsa tergantung pada gu­runya.

Jika tak miliki keinginan untuk terus belajar agar meningkat keprofesiannya, jangan harap generasi muda zaman now da­pat berkiprah dan bisa menggantikan pemimpin-pemimpin di masa mendatang. ”Guru harus jadi diri sendiri dan pro­fesional,” tukasnya. (ags/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.