Gelar Audisi Master Kopi

108
SEMAKIN DIGEMARI: Peserta Audisi Master Kopiu unjuk kebolehan memperagakan cara meracik kopi dengan benar.

BANDUNG – Sejumlah pengusaha kopi hadir dalam event Audisi Master Kopi Indonesia di Miko Mall Bandung. Mereka, memberikan semangat kepada pelaku usaha kopi yang ada di Kabupaten Bandung.

Di akhir acara tersebut digelar Cupping test, roasting kopi dan shering bersama Anggota Komisi I DPR RI Arif S. Suditomo, Ketua Apeki Kaupaten Bandung, Dadan dan para petani kopi.

Kepala Dinas Pertanian kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, para peserta yang ikut serta dalam audisi master kopi itu akan dipertandingkan lagi di Kota Bandung.

“Level mereka akan dinaikkan yang tadinya level nasional menjadi internasional,” kata Tisna saat di wawancara di ruang kerjanya, kemarin (9/4).

Selain itu, dalam event tersebut, pihaknya sengaja mengundang para pakar kopi seperti Nathanael Charis yang menjadi pemateri, pengembangan Usaha Kopi, serta Ayie Sutedja yang bakal membawakan materi seputar.

“Kami sengaja menerjunkan para pakar, agar memberikan ilmu kepada para petani terkait proses budi daya kopi, pasca panen dan proses kopi yang baik dan benar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bisnis kopi dari Kabupaten Bandung terutama Kopi Jabar sempat dipromosikan di ajang pameran di Swedia yang sangat cinta kopi.

Bahkan, terungkap rata-rata dari mereka meminum 8 hingga 10 gelas kopi per hari.

“ Makanya kopi juga disatukan promosinya dengan seni budaya. Karena salah satu cara promosi yang lebih cair itu memang melalui event seni budaya,” jelasnya.

Tisna pun berencana, akan membuat event kopi master ini lebih esar lagi, untuk ajang promosi yang akan dilaksanakan di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bandung pada bulan Juli mendatang.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Arif Suditomo mengaku, sangat hoby minum kopi sejak remaja. Namun, katanya, dirinya baru mengayati dan mengetahui bagus tidaknya kopi lebih detail sejak empat tahun terakhir ini.

“Saya baru menyadari bahwa dari penanaman hingga di cangkir ada ribuan tangan dan kisah. Dari situ saya baru menyadari bahwa harus ada yang di kontribusikan ke petani kopi,” kata Arif.

Oleh karena itu, dirinya sangat antusias dengan adanya coffee master ini, sebab terlihat kekompakan para petani sehingga kemajuan para petani tidak perlu lagi di doron-dorong lagi. Tinggal bagaimana peran serta masing-masing stik holder di tingkatkan, pendidikan dan pengetahuan kepada para petani, serta melengkapi alat-alat, lalu membawa mereka kepada pengelolaan kopi lebih baik.

“Saya pikir tahapan itu sudah mulai kelihatan, memang aklerasinya tidak bisa di paksakan, tapi sepanjang usaha masih terus dilakukan maka akan tercapai apa yang diinginkan para petani,” pungkasnya. (yul/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.