Gaji Minim Karyawan RSUD Demo

132
SELALU DIPENUHI: Kondisi RSUD Kota Bandung di Kecamatan Ujungberung selalu dipadati oleh pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal dan memuaskan.

BANDUNG – Masih minimnya pendapatan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung membuat sejumlah pegawai melakukan aksi protes kepada pihak manajemen RSUD.

Aksi demo yang digelar secara damai tersebut menuntut hak kenaikan gaji dan kejelasan insentif seluruh karyawan yang bekerja di RSUD Kota Bandung.

Pihak manajemen akhirnya menerima perwakilan karyawan untuk melakukan audiensi dengan diterima langsung oleh Direktur RSUD Kota Bandung Exsenveny Lalopua.

Pada Audensi itu Exsenveny mengatakan, tuntutan para karyawan akan diupayakan berdasarkan kemampuan keunagan RSUD. Sebab, permintaan kenaikan gaji sesuai UMK dinilai sulit untuk direalisasikan.

’’ Karyawan ini kan statusnya non PNS jadi cukup berat untuk mengakomodirnya,’’kata dia.

Exsenveny mengaku, untuk memenuhi tuntutan ini sebetulnya sudah mengupayakan mengajukan melalui APBD, Namun, usulan yang diajukan tersebut ditolak. Sehingga, mengalami keterbatasan anggaran.

Selain itu, kesulitan menaikkan gaji karena RSUD merupakan rumah sakit kelas C. Jika ingin menaikkan gaji karyawan maka harus menaikkan menjadi kelas B. Namun Pemkot Bandung masih keterbatasan anggaran.

Selain itu, salah satu kendala membuat operasional RSUD terganggu adalah masalah insentif BPJS. dia mengatakan, proses pencairannya memakan waktu lama. Bahkan, dalam beberapa kesempatan berupaya untuk melakukan pembayaran dengan cara ditalangi oleh dana yang ada.

“Untuk yang saat ini ada kesalahan yang tidak disengaja sehingga tidak bisa ditalangi. Jadi upaya kami terus melakukan percepatan agar dana itu bisa cepat cair dari BPJS,” ujarnya.

Exsenveny menambahkan, mengenai transparans manajemen pihak rumah sakit, sudah melakukan dengan maksimal. Evaluasi pimpinan manajemen juga sudah dilakukannya secara bertahap dan berkala meski di beberapa bagian masih diisi oleh orang-orang lama karena kekurangan pegawai.

Meski demikian, ia berjanji akan terus mengupayakan pengkajian dan realisasi tuntutan para karyawan. Sehingga tuntutan dapat dipenuhi dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tetap dapat dijalankan.

’’Soal pelayanan kita semua sudah komitmen untuk melayani masyarakat dengan baik dan mengutamakan pelayanan,’’ ucapnya.

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.