Fahri: PKS Harus Diselamatkan

Aboe Pastikan Koalisi Tetap dengan Gerindra

83

JAKARTA – Politisi vokal kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menyampaikan keprihatinannya atas indikasi keretakan mendalam di tubuh partai yang berkoalisi dengan Gerindra.

Kembali melalui akun Twitter resmi @Fahrihamzah, Fahri mengajak seluruh kader PKS untuk ikut menyelamatkan bahtera partai.

”Saya mengajak sahabat-sahabatku Ikhwan #KaderPKS untuk bangkit selamatkan partai. Kita bisa pakai tagar #SelamatkanPKS atau #SavePKS apapun. Sampai malam ini saya mendengar perpecahan semakin dalam,” ucap Fahri.

Melalui kutipan dari rekan senayannya Fahri Hamzah mengatakan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera telah menunjukkan adanya ketidaksolidan di antara kader. Fahri Hamzah menyebut Mardani Ali Sera seorang deklarator gerakan #2019GantiPresiden dengan panggilan Tuan Mardani.

”Tuan Mardani mengatakan lebih kurang, “kami kader pks sami’na wa atho’na. Silahkan yang tidak cocok ambil jalan lain”. Beliau anggap PKS seperti ormas NU. “Apa kata kyai kami ikut”, katanya. Kenapa bukan seperti negara? Kenapa PKS tidak sami’na wa atho’na ke jokowi?”sindir Fahri di akun twitter resminya.

Selanjutnya Fahri menuturkan bahwa Kader yang begitu kritis kepada Qiyadah (pimpinan) daulah NKRI kenapa tidak diperbolehkan kritis kepada Qiyadah jamaah PKS, namun kenapa ke pimpinan PKS sami’na wa atho’na tapi ke pimpinan nagara “kami dengar dan kami kawan?”. Padahal menurut Fahri partai lebih dekat ke singgungan negara.

Fahri pun mengeluh sambil mengajak, “Malam ini saya mengajak #KadeePKS untuk menyaksikan secara saksama bahwa partai kita sedang menuju titik terendah. Kalau ada apa2 saya sudah sampaikan. Pimpinan kita telah salah arah. Wallahualam,”sambungnya.

Kemudian dalam cuitan sambungnya Fahri coba menawarkan nalarnya ketika ada dorongan kader untuk kritis terhadap presiden seperti tagar #2019GantiPresden, tapi kritis terhadap pimpinan partai seperti tidak diperbolehkan sama sekali

“Apakah kita telah berbuat adil dan apakah kultur seperti ini dibiarkan?”cetus Fahri dalam potongan cuit sambungnya.

Ajakan pun dilakukan oleh politisi asal NTB untuk tidak mematikan iklim dialog diantara kader. “Paling tidak, kita tidak usah membuat tagar #GantiPresidenPKS atau #SegeraGantiKMS , paling tidak kita sebagai #KaderPKS jangan membiarkan pimpinan kita beku dan mematikan iklim dialog dan ukhuwah yang selama ini menjadi budaya PKS,”kata Fahri.

Dinamika internal partai seperti tak kunjung usai dalam tubuh PKS. Inipun diamati oleh Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris yang menyatakan ada keprihatinan yang bersambar ke koalisi penantang Presiden Joko Widodo dalam akun Twitter @sy_haris.

Menurutnya timbul ancaman pecah kongsi Partai Gerindra dan PKS  menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden 4 – 10 Agustus 2018.

“Partai @Gerindra & @PKSejahtera pecah kongsi? Kita tentu prihatin jika kubu penantang @jokowi belum solid,” kata Syamsuddin

Menurut Syamsuddin Haris kalau Gerindra tinggalkan PKS, calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto kemungkinan Agus Harimurti Yudhoyono atau Zulkifli Hasan. karena Anies Baswedan tentu tidak bersedia cuma jadi calon wakil.

“Menurut saya, @aniesbaswedan tidak bersedia jika cuma cawapres,” kata Syamsuddinl.

Tidak sampai disitu Syamsuddin Haris juga merespon pernyataan anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring menyebutkan PKS lebih memilih pecah kongsi dengan Partai Gerindra jika kadernya tak ada yang dipilih menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

“Itu nggak bisa ditawar. Cawapres harus dari PKS. Kami nggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini. Kalau kami disuruh dukung-dukung saja, mungkin nggak? Mungkin kami lebih baik jalan masing-masing saja,” kata Tifatul Sembiring.

Menurut Syamsuddin Haris jalan politik yang ditempuk PKS jika seperti itu berarti kurang cerdik dan terkesan tidak fokus.

“Saya berpendapat bahwa politik @PKSejahtera menghadapi pilpres 2019 kurang cerdik dan tidak cerdas. Terkesan tidak fokus, terlalu ikut arus dan langkah-langkah tidak strategis. Tokoh-tokoh senior seperti @anismatta & @tifsembiring mestinya ingatkan dan turut bantu selamatkan PKS,” kata Syamsuddin Haris.

Sementara itu Politisi PKS, Aboe Bakar Al Habsyi menegaskan jika partainya tetap akan berkoalisi dengan Partai Gerindra sebagaimana Pilpres 2014 lalu. ”Koalisi tetap (dengan Gerindra),” tegasnya usai diskusi bertajuk ‘Menakar Arah Koalisi Parpol Pada Pemilu 2019 Pasca Pilkada Serentak 2018’ di Jalan Jalan Veteran 1 No. 33, Gambir, Jakarta Pusat.

Sebagai informasi, sejauh ini PKS sudah menyodorkan sembilan kader terbaiknya ke Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk dijadikan sebagai Cawapres. Pria yang akrab disapa Habib ini mengaku sangat yakin mantan Danjen Kopassus itu bisa memilih salah satu dari mereka.

”Sesungguhnya PKS yakin dan percaya kesepakatan PKS di cawapres tetap akan berjalan. Tetapi siapa orangnya belum tahu. Sampai keyakinan kita saat ini sebab pembicaraan-pembicaraan, dialog-dialog ini pasti berkembang dari jam ke jam, hari ke hari, sampai tanggal 10 Agustus jam 11.59 WIB,” ujarnya.

Dipertegas kalau seandainya Prabowo memilih Cawapres bukan dari sembilan nama kader PKS, Habib masih belum mau menjawab.

”Kalau itu bicaranya nanti. Tidak bisa sekarang. Sebab akan susah. Kita akan berjuang sampai titik maksimum dalam suasana kebersamaan, kekeluargaan, tidak memunculkan ego berlebihan,” pungkasnya seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL. (gun/ZEN/FIN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.