Emil Pisahkan Aset Pribadi

56

BANDUNG – Jelang proses cuti yang akan dilakukannya mulai 12 Februari 2018 mendatang. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyerahkan rumah dan kendaraan dinas kepada Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto.

Kang Emil dan keluarga meninggalkan pendopo dengan mobil pribadinya, pada Sabtu (20/1) siang menuju rumah kontrakannya di Cipaganti. ”Hari ini saya pindah kediaman karena sebagai kepala daerah saya harus memberikan contoh bahwa dalam proses Pilkada tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di pendopo, Sabtu pagi (20/1).

Sekarang lanjut Kang Emil, dia ngontrak rumah di Jalan Cipaganti. Kenapa ngontrak? karena rumah pribadi di komplek Cigadung terlalu kecil juga menjaga kenyamanan tetangga di sana karena urusan-urusan Pilkada membutuhkan mobilitas keluar masuk yang cukup tinggi.

Kang Emil menjelaskan, ada dua rumah yang dikontraknya. Satu rumah untuk ditinggali keluarga dan satu rumah untuk dijadikan posko pemenangan Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum). Lokasi kedua rumah sama-sama di Jalan Cipaganti, supaya koordinasi dan mobilitas antara dirinya dan tim relawan lebih mudah dan efisien.

Baca Juga:  Emil Pertimbangkan Jalur Independen

Sementara itu, Kang Emil akan cuti dari jabatannya sebagai Wali Kota Bandung setelah penetapannya sebagai calon Gubernur Jabar oleh KPUD pada 14 Februari 2018.

Setelah cuti, menurut Kang Emil, dia akan kembali bertugas sebagai wali kota. ”Tapi kan kan masa jabatan tinggal 2,5 bulan lagi, tanggung kan kalau pindah lagi ke sini (pendopo). Jadi kepindahan hari ini adalah pindah selamanya atau permanen,” ucap Kang Emil.

”Mungkin pendopo masih digunakan untuk kegiatan dinas, tapi tidak ada keluarga yang berhuni di sini lagi.”

Emil mengakui banyak sekali suka duka tinggal di pendopo bersama keluarga. Pendopo, bangunan heritage ini, kata Kang Emil sudah sangat indah secara lanskap, tapi dulu kurang terurus. Sekarang dari arah depan sampai belakang sudah direnovasi dan taman-taman sudah dibangun’sehingga terlihat lebih asri.

Baca Juga:  Emil Sukses Hemat Rp 1 T

Dulu jalur belakang, kata Kang Emil, hanya untuk mobil lewat. Di sana saya buat taman yang ada kolam airnya. Kalau dulu orang hilir mudik tidak ada zona, sekarang diatur lebih tertib, misalnya zona tamu sebelah barat, sedangkan zona kedinasan sebelah timur.

Tak hanya itu, suasana pendopo juga menjadi lebih hidup, kupu-kupu mulai berdatangan, padahal dulu nggak ada. Pendopo juga sering dipakai untuk kegiatan budaya dan agama. ”Pendopo kini lebih open untuk masyarakat,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, semua kenangan dan karya-karya indahnya di pendopo itu segera ditinggalkan. Namun Kang Emil mengakui sudah sejak dulu melatih keluarganya bahwa jabatan itu hanya titipan dan sifatnya sementara. ”Betah mah secukupnya, karena hidup ini perjalanan, bukan destinasi. Itu cara saya melatih saya dan keluarga supaya tidak ada post power syndrom,” ujarnya.

Baca Juga:  Jangan Berharap Keajaiban, Tapi Ciptakan Sistem

Kepada anak-anaknya, Kang Emil juga selalu mendidik kesederhanaan dan kemandirian. ”Walaupun anak walikota, anak saya tetap naik sepeda ke kampusnya di ITB atau ngojek online. Kalau dia mau pakai mobil, dia tidak saya belikan mobil, tapi boleh pinjam mobil bapak ibunya,” tukas ayah dua anak ini.

Ruang yang paling disukai Kang Emil di pendopo, menurut dia adalah ruang tidur. “Ruang tidur saya desain sebetah mungkin. buka kamar tidur, saya langsung lupa urusan kedinasan,” ujarnya tertawa kecil.

Sebab menurut dia, sebagai pejabat, urusan kedinasan nggak beres-beres sehingga membuatnya sering saya tidur diatas jam 11 malem. “Meski tidur malem, saya bangun subuh, abis sholat saya tidur lagi sedikit. itu cara saya menjaga kebugaran agar tubuh tetap fit,” ujarnya. (ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here