Emil Dekati PDIP

Posisi Demiz-Demul Masih Tetap Misteri

87
ISMAIL POHAN/INDOPOS /JPG
JABAT ERAT: Ridwan Kamil (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang DH (kanan) usai melakukan pertemuan tertutup, kemarin.

JAKARTA – Bakal Calon Gubernur Jawa Barat dari koalisi Partai Nasdem, PPP, dan PKB Ridwan Kamil mendatangi Kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta, kemarin. Dia membuka peluang koalisi dengan partai berlambang Banteng itu.

Ditemui seusai acara, RK, sapaan akrabnya, mengatakan jika pertemuan tersebut merupakan inisiatif pribadinya. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh soal kemungkinan koalisi. Menurut dia, hal itu di luar kewenangannya. Sebagai calon, lanjut dia, dirinya hanya berupaya membuka komunikasi dengan siapa pun, termasuk PDI Perjuangan. ”Saya serahkan kepada tuan rumah. Sebagai manusia, silaturahmi kan sangat mulia,” ujarnya kepada wartawan.

Namun, dia mengisyaratkan siap jika PDI Perjuangan memberikan dukungan. Semakin banyak dukungan akan semakin baik. ”Kalau memang memungkinkan, kenapa tidak,” imbuhnya.

Suami Atalia Praratya itu juga menegaskan, situasi di koalisinya masih solid. Mengenai deadlock pemilihan calon wakil gubernur, dia menilai hanya perlu dikomunikasikan. Dia mengaku tidak dalam posisi yang bisa memilih calon pendampingnya. Sepenuhnya, dia menyerahkan ke para partai pengusung, tak terkecuali jika PDI Perjuangan masuk koalisi. ”Saya ini pengantin, siap dijodohkan dengan siapa pun. Saya belajar untuk mencintai dengan mudah dan cepat,” ujarnya berseloroh.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Dwi Hartono mengatakan, pertemuan tersebut baru sebatas diskusi dan tukar pikiran. Belum dibicarakan rencana koalisi maupun sosok wakil yang diajukan PDI Perjuangan. Meski demikian, dia tidak menutup peluang partainya bergabung dengan koalisi RK. Meski secara administrasi PDI Perjuangan mampu mengusung calon sendiri, komunikasi dengan elemen politik lain sangat dibutuhkan. Namun, hal itu harus dibicarakan dulu dengan internal partai. Pihaknya hanya mengoordinasikan data, fakta, dan analisa objektif ke pleno. ”Plenolah yang mendiskusikan, memperdebatkan, kemudian mengambil keputusan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Partai Demokrat (PD) yang sudah memastikan duet Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Demul) belum memutuskan siapa yang menempati posisi cagub atau cawagub. Meski begitu, PD optimistis jika Demiz, sapaan akrab Deddy Mizwar, bisa menempati posisi Jabar I atau cagub.

”Survei elektabilitas Demiz lebih tinggi, tapi kita tunggu saja,” ujar Agus Hermanto, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (3/1). Menurut Agus, koalisi Partai Demokrat dan Golkar di pilgub Jabar secara lisan sudah terbentuk. Baik Demiz maupun Demul merupakan pasangan yang saling melengkapi. Secara formal, pengajuan pasangan ini akan terlihat dalam proses di Komisi Pemilihan Umum nanti. ”Nanti akan terlihat saat sudah didaftarkan,” lanjut Agus.

Dia juga angkat bicara terkait polemik pakta integritas yang ditandatangani Demiz, terkait posisinya sebagai calon kada sekaligus kader Partai Demokrat. Menurut dia, penandatanganan pakta integritas itu adalah hal yang lumrah di internal Partai Demokrat. ”Ini sudah umum dan menjadi aturan di Partai Demokrat. Kayak saya juga tandatangan pakta integritas,” ujar Agus.

Siapa pun kader, calon kada, bahkan pimpinan partai Demokrat juga menandatangani pakta integritas. Hal itu adalah komitmen bahwa siapapun pihak yang mewakili Partai Demokrat memiliki pegangan dalam menjalankan tugas yang diamanatkan. ”Kalau dari partai lain memang belum tentu seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi pihaknya bakal menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengundang seluruh pengurus DPC kota/kab se Jawa Barat Minggu (7/1) mendatang. Pada saat itu disebutkan Mulyadi akan dilakukan penyerahan SK bagi seluruh calon kepala daerah dari partai Gerindra pada Pilkada Serentak di 16 kota/kab Jawa Barat.

Mulyadi menjelaskan keputusan koalisi dan pasangan dalam Pilkada Serentak menurut Partai Gerindra, tidak bisa diambil langsung oleh kandidat, akan tetapi oleh partai. ”Hingga saat ini, Gerindra belum memutuskan,” ungkap Mulyadi.

Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan secara institusi, Gerindra Jawa Barat belum mengusulkan bakal pasangan calon untuk pilkada di sejumlah kota/kab kepada DPP. Pihaknya, kata dia, menunggu tanggal 7 Januari hingga ada keputusan resminya.

”Secara mekanisme, DPP akan menyerahkan Surat Keputusan kandidat melalui DPD dan DPD sampai saat ini belum mengajukan surat usulan apalagi menerima SK. Itu saja kata kuncinya,” tandasnya.

 

Menurut Sekretaris DPW PKS Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, kendati koalisi Partai Gerindra dan PKS mengusung paket pasangan calon Mayor Jenderal Purnawirawan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu hal itu baru sebatas kesepakatan lisan. Meski demikian PKS mengklaim koalisi ini tetap solid dan tidak akan berubah meski tidak bisa dipungkiri selama belum waktu pendaftaran kemungkinan-kemungkinan perubahan bisa saja terjadi.

”Insyaallah dari PKS, koalisi ini tidak akan berubah. Kan sudah dipublikasikan PKS dan Partai Gerindra sudah menyepakati untuk berkoalisi di Lima Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur salah satunya di Jawa Barat,” tutur Abdul Hadi Wijaya kepada Jabar Ekspres di DPRD Jawa Barat (3/1).

Dengan demikian, sebut dia setelah menyatakan saling menyepakati untuk berkoalisi antara DPP PKS dan Gerindra. PKS di level DPW Jawa Barat saat ini sedang menjalankan kesepakatan koalisi tersebut dengan terus berkomunikasi dan konsolidasi untuk kemenangan di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

”Kan sudah saling sepakat meski tidak diikat dengan SK ataupun MOU, tetapi hanya sebatas kesepakatan lisan tetapi menurut saya ini sudah kuat,” jelasnya.

Sehingga, dalam koalisi ini tidak memerlukan Surat Keputusan karena diantara DPP Gerindra dan PKS sudah saling percaya. Kesepakatan koalisi ini PKS sebut dengan gentlement agreement, dimana kesepakatan ini memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan Surat Keputusan Dukungan maupun Surat Keputusan Pendaftaran.

”Didalam gentlement agreement dimana para petinggi PKS dan Gerindra termasuk PAN sudah sepakat atas koalisi yang terbentuk ini termasuk dengan paket pasangan calonnya,” tegasnya. (far/bay/nif/oni/mg2/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.