Elektabititas Tinggi Tak Menjamin

103

Lembaga survei Indo Barometer tidak menjamin paslon yang memiliki elektabilitas tertinggi akan menang dengan mudah. Sebaliknya, yang tidak diperhitungkan bisa berpeluang menang.

”Saat ini pasangan Ridwan Kamil dengan Uu Ruzhanul Ulum atau Rindu memang unggul mutlak. Tapi karena politik saat ini masih dinamis ditambah masih ada waktu 4 bulan untuk kerja tim pemenangan pasangan calon maka posisi Rindu masih belum aman,” tutur Peneliti Senior dari Lembaga Survei Indo Barometer, Asep Saepudin usai acara Press Conference Hasil Survei Indo Barometer ke-4 di Savoy Homann Bandung, kemarin (13/2).

Menurut dia, faktor yang menjadi pasangan calon berpotensi besar memenangkan kursi Jabar I dan II salah satunya dari tingginya popularitas pasangan calon atau personal branding. Namun demikiain, popularitas tinggi tanpa didukung faktor kesukaan tidak akan menjamin pemilih.

”Seberapa suka warga Jabar tentu akan mempengaruhi potensi dipilih oleh masyarakat Jabar,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Provinsi Jawa Barat, Abdy Yuhana mengatakan, hasil survei pasangan calon Hasanah atau TB Hasanudin dengan Anton Charliyan rendah karena pasangan calon belum masif melakukan sosialisasi. Dia mengklaim, baik TB Hasanuddin ataupun Anton Charliyan sebelumnya tidak disiapkan untuk maju.

”Sehingga wajar, jika nilai pasangan calon Hasanah ini paling rendah dibandingkan pasangan calon lainnya,” katanya.

Pasangan calon Hasanah jelas Abdy, optimistis untuk meningkatkan popularitas, kesukaan, hingga elektabilitas dalam empat bulan ke depan.

Dia juga optimistis pada kekuatan mesin partai yang sampai 3.000 kader lebih sampai ke tingkat desa, RT RW, DPC ataupun DPD.

Sedangkan, Ketua DPW PKB Jabar Saeful Huda mengatakan, meskipun hasil survei saat ini posisi Rindu masih tinggi, hal ini tidak menjadikan pegangan dan lantas tidak masif melakukan sosialisasi. Namun, pasangan Rindu akan tetap masif melakukan sosialisasi dan akan tetap menjaga nilai elektabilitas dan kesukaan ini terutama meningkatkan hasil surveinya.

”Angka ini saya pikir belum aman. Makanya meski tinggi tetapi kami akan terus mempertahankan dan meningkatkannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi mengatakan, kendati nilai pasangan calon Asyik atau Sudrajat dengan Ahmad Syaikhu masih rendah. Pihaknya masih optimis dapat mengejar dan memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar ini. Mengingat kondisi politik saat ini masih dinamis.

”Kami optimis karena mesin partai masih belum bekerja maksimal. Kami menargetkan di seluruh TPS suara Asyik tinggi dan dapat menang,” tegasnya.

Target memenangkan kontestasi Pilgub Jabar ini tambahnya, mengingat kemenangan di Jabar sebagai anak tangga menuju persiapan Pemilihan Presiden 2019, dan strategi Gerinda tentu harus memenangkan Pilgub Jabar 2018 karena Jabar sangat strategis dengan jumlah penduduk terbanyak dibandingkan dengan provinsi lainnya.

”Artinya, jika mampu memenangkan Pilgub di Jabar secara otomatis basis suara Jabar akan menjadi modal Gerindra untuk membuka peluang lebih besar lagi memenangkan Prabowo Subianto menjadi Presiden 2019,” tegasnya. (mg2/rie)

BAGIKAN


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.