DPMD Lakukan Penilaian

Untuk Maju Lomba Desa Ketingkat Jabar

82
BANGUN JALAN: Masyarakat Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka mengadakan gotong royong membangun jalan desa yang dianggarakan dari dana desa dari pemerintah pusat.

CICALENGKA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM Desa) Jabar, mulai melakukan penilain terhadap desa-desa yang mengikuti lomba desa tingkat Jawa Barat.

Ketua Tim Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Jabar Drs. M. Ade Afriandi mengatakan, untuk mpenilain lomba desa dilakukan klarifikasi penilain secara langsung dilapangan.

Menurutnya, lomba desa merupakan tingkat provinsi adalah tahapan sekaligus evaluasi perkembangan desa dan kelurahan yang ada di Jabar.

’’Jabar memiliki 5.374 desa, 60 persennya masuk kategori desa berkembang, sedangkan 40 persennya masuk desa maju, mandiri dan masih ada juga desa yang tidak berkembang,’’jelas Ade ketika dihubungi kemarin. (19/7)

Dia menilai, selama ini pemerintah provinsi Jabar sudah melaksanakan berbagai program desa. Bahkan, melalui dana desa yang dikucurkan dari pusat, pemerintah provinsi diharapkan seluruh desa menjadi berkembang dan maju.

Dengan adanya bantuan dana desa tersebut lanjut dia, sudah seharusnya seluruh desa bisa memperlihatkan perkembang dan kemajuannya untuk mensejahterakan masyarakat desa.

Untuk desa yang lolos dalam lomba desa ke provinsi Jabar telah melewati tahapan penilaian lomba desa tingkat mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan nanti ke tingkat nasional.

Selain itu, untuk tahapan kedua yaitu diadakan klarifikasi lapangan, dengan melakukan kroscek data dan administrasi. Dengan begitu, nantinya akan terlihat tolak ukur indikator keberhasilannya selama pembangunan.

’’Seorang Kepala desa itu harus memahami permasalahan di desa, dan solusi apa dari permasalahannya,’’ ungkap Ade yang juga Sekretaris DPM desa Jabar ini.

Sementara itu sebelumnya ketika ditemui beberapa waktu lalu, Kepala Desa Nagrog Gun Gun Suganda mengatakan, keunggulan desa Nagrog adalah keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang aset sebesar Rp 1,9 miliar. Padahal, waktu mendirikan Bumdes pada 2008 hanya bermodal awal sebesar Rp 175 juta.

Gun Gun memaparkan, setalah mengalami perkembangan akhirnya Bumdes berhasi membangun sarana pelayanan yang representatif dan membuat program simpan pinjam untuk warga desa. Bahkan, pihaknya sedang membuat program pembiayaan barang.

’’Nah, dari hasil Bumdes turut digunakan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni,” kata Gun Gun. (bbs/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.