47

DPKP Target Rehab 1.490 Rumah

Ajay
SEGERA DISELESAIKAN: Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna memberikan bantuan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk warga kurang mampu yang diberikan kepada 14 kelurahan yang ada di wilayah Cimahi.

CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi mulai melaksanakan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Mulainya pelaksanaan rehabilitasi rutilahu tersebut, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna di Kampung Adat Cireunde RW 10 Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi di RW 10 ini ada sekitar 10 rumah yang mendapat bantuan untuk direhab melalui program rutilahu. Ajay menyebutkan, pada 2018 ini pemerintah Kota Cimahi akan melakukan rehab kepada sakitar 1.490 rutilahu dengan target selesai pada tahun ini juga.

Dari jumlah rumah yang akan direhab, selain menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota, Cimahi juga mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Dengan rincian, 335 rumah akan menggunakan dana dari APBD Kota Cimahi, 750 akan menggunakan dana yang bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sebanyak 405 akan menggunakan anggaran dari bantuan Pemerintah Pusat.

”Bantuan per rumah khusus dari APBD Cimahi sebesar Rp 16 juta. Rp 10 juta untuk material dan Rp 6 juta untuk biaya jasa pekerjaan. Tukang atau pekerja akan menggunakan masyarakat sekitar. Kalau yang dari provinsi dan pusat besarannya Rp 15 juta per rutilahu,” sebutnya.

Ajay menjelaskan, program rutilahu adalah kegiatan fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu. Namun demikian warga yang berhak menerima bantuan program Rutilahu harus memenuhi persyaratan, diantaranya bukti kepemilikan tanah sah, kondisi ekonomi pemilik memang kurang mampu, belum pernah mendapat bantuan serupa, serta memiliki KTP/KK Cimahi.

”Program ini ada syaratnya karena program tetap harus dipertanggungjawabkan. Jadi kita memang memprioritaskan warga Cimahi yang kurang mampu, minimal tempat hidup mereka itu layak huni. Ini untuk mewujudkan program yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Untuk ke depan, Ajay berharap taraf kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kota Cimahi semakin meningkat, salah satu caranya ialah dengan mengurangi rumah layak tidak huni menjadi layak huni.

”Semoga semakin sedikit warga yang mendapatkan Rutilahu, artinya taraf ekonominya meningkat,” kata Ajay.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Kota Cimahi Muhammad Nur Kuswandana, mengatakan hingga saat ini pemerintah Kota Cimahi telah mengerjakan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 300 unit yang tersebar di 14 Kelurahan di Kota Cimahi.

”Tahun ini kelurahan Karangmekar tidak mengajukan dan Kelurahan Pasirkaliki tidak dapat. Sedangkan rehabilitasi rumah yang belum dikerjakan hanya tinggal 10 unit P2WKSS dan 10 unit BSMSS dari APBD Kota untuk Kelurahan Melong dan 15 unit P2WKS dari APBD kota yang tersebar di 14 Kelurahan,” ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah.

Melihat masih adanya jumlah unit rumah yang mesti dibantu dalam program rutilahu, pihaknya meminta agar masyarakat Kota Cimahi yang berhak mendapat bantuan program tersebut bersabar menunggu giliran menerima bantuan perbaikan rumah.

”Jumlahnya sangat banyak, jadi penyelesaiannya juga membutuhkan waktu agak lama. Makanya, kami minta masyarakat agar bersabar menunggu giliran,” katanya.

Hal tersebut, kata Nur, lantaran bantuan dari pemerintah pusat itu hanya Rp 15 juta, sehingga untuk sisanya perlu dibantu warga agar Rutilahu tersebut betul-betul bisa menjadi layak huni.

Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) mencatat sebanyak 8.000 unit rumah di Kota Cimahi masuk dalam kategori Rutilahu.
”Tetapi jumlah tersebut sudah berkurang banyak ketimbang data BPLS pada tahun 2011, bahwa Rutilahu di Kota Cimahi sebanyak 22 ribu unit rumah,” urainya.

Nur mengatakan, DPKP sendiri setiap tahunnya bisa melakukan renovasi unit Rutilahu sebanyak 1.000 sampai 1.500 rumah yang tidak layak huni.

”Jadi kalau melihat pengurangan jumlah, pemerintah kota sangat konsern terhadap renovasi rutilahu. Jadi sampai tahun 2018 ini sudah banyak berkurang jumlahnya,” katanya.

Pada April 2018, dikatakan Nur, peresmian dan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Cimahi di Kampung Adat Cireundeu menandai berjalannya program Rutilahu tersebut. (ziz/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.