Dokter Online

14

SIAPA pengguna webinar terbanyak di indonesia? Me­mang sulit menemukan pro­fesi apa yang paling banyak menggunakan aplikasi untuk seminar, rapat dan belajar jarak jauh ini. Belum ada lem­baga survei yang melakukan pencatatan.

Tapi, menurut data yang saya miliki, dokter merupakan profesional yang paling ba­nyak menggunakan webinar di Indonesia. Data ini berasal dari catatan saya selaku ope­rator webinar di Indonesia.

Setiap hari, saya mengelola dua studio webinar di Jakar­ta Pusat. Setiap tudio rata-rata menyiarkan webinar secara live sekali sehari. Berarti ada 40 kali webinar per bulan: Senin – Jumat. Atau 480 kali webinar setahun.

Selama 3 tahun, sudah lebih dari 1.000 kali webinar dila­kukan dari studio mungil berukuran 2,5 meter x 3 me­ter itu. Jumlah kelas online yang dikelola setiap kali we­binar bervariasi. Antara 10 – 20 kelas. Ambil rata-rata 15 kelas per sekali webinar. Berarti selama 3 tahun sudah me­layani 15 ribu kelas. Kalau setiap kelas ada 10 peserta, maka selama 3 tahun sudah ada 150 ribu orang yang mengikuti webinar.

Selain melalui studio, para dokter juga kerap menyelen­ggarakan webinar dari kampus fakultas kedokteran, aula ru­mah sakit dan ruang kon­vensi di hotel. Sata biasa melayani dengan frekuensi rata-rata 2 kali sebulan.

Webinar di luar studio dila­kukan karena bersamaan dengan penyelenggaraan seminar dengan jumlah pe­serta yang besar. Biasanya berkisar 100 orang per kelas.

Karena pentingnya seminar tersebut, para dokter di daerah lain diundang sebagai peserta. Agar para dokter tidak kehi­langan banyak waktu untuk melayani pasien, webinar men­jadi pilihan. Mereka mengikuti dari lokasi masing-masing melalui aplikasi online.

Kemunculan profesi dokter sebagai pengguna webinar terbanyak, terus terang sang­at mengejutkan. Dulu, saya memperkirakan pemakai webinar terbanyak adalah praktisi pemasaran. Prediksi ini saya asumsikan dari per­kembangan e-commerce yang demikian massif di Indonesia.

Apa alasan dokter mengik­uti webinar? Berdasarkan wawancara saya dengan para peserta, mayoritas menyata­kan webinar adalah solusi paling masuk akal untuk dok­ter di daerah. Webinar hadir di tengah keterbatasan te­naga dokter dan tuntutan menambah ilmu pengeta­huan.

Jawaban dokter itu ada be­narnya. Pernah saya mengelo­la sebuah seminar online dengan kelas jauh di 310 kota. Terjauh di Aceh dan Papua. Seandainya tidak meng­gunakan webinar, para dokter itu harus pergi ke Jakarta. Dokter yang berdinas di Papua harus meninggalkan tempat kerjanya paling tidak 3 hari.

Tapi pembicara seminar kedokteran punya alasan ber­beda. Mereka memilih webi­nar, karena memerlukan sistem transfer pengetahuan yang lebih cepat. Saya bayang­kan, kalau 310 kelas itu dikun­jungi satu per satu, maka butuh waktu dua tahun untuk menyampaikan satu infor­masi. Dengan webinar, hanya perlu sekali pertemuan.

Begitulah revolusi tekno­logi informasi. Digitalisasi benar-benar telah mengubah media. Hari ini memang baru para dokter yang mengawali. Besok atau lusa, mungkin Anda. (jto)

*Penulis adalah admin disway.id dan Diresktur Eksekutif Disway Institute

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.