Disperin Bantu Wadahi IKM

31
BERUSAHA MANDIRI: Yully pemilik Kedai Kopi Delegder tengah menyajikan racikan kopi dari hasil kebun kopi di Gunung Puntang.

SOREANG – Jumat berkah, begitu kira-kira ungkapan yang dirasakan masyarakat muslim, tak terkecuali warga Kabupaten Bandung. Sudah satu bulan lamanya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bandung menggelar Jumat Culinary Market and Coffee shop di Pelataran Kantor Disperin, sebagai program untuk mengembangkan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kepala Disperin Kabupaten Bandung, Popi Hopipah, mengungkapkan program yang digagas sebulan lalu itu, bertujuan untuk mengembangkan industri agro di Kabupaten Bandung, dengan mencoba menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bandung.

“Kita coba kembangkan, untuk mengukur seperti apa animo masyarakat melalui karyawan Pemkab. Nantinya IKM yang terlibat akan diberikan jadwal untuk bergabung di program ini. Mudah-mudahan jika responnya baik, jumat culinary market ini akan melibatkan lebih banyak pelaku IKM,” kata Popi saat di wawancara, Minggu (10/4).

Dia mengatakan, Disperin akan selalu berpihak kepada IKM baik agro maupun non agro. Dalam upaya agar produk IKM itu lebih maju, mandiri dan mempunyai daya saing, maka pihaknya melakukan beberapa percepetan, yakni menciptakan market yang mandiri dengan mengoptimalkan Friday market.

“Selain itu kita fasilitasi kemudahan untuk start up WUB, legalistas izin edar dan sertifikasi halal. Kemudian, untuk produk IKM kita upayakan bisa masuk ke toko-toko modern, lelang, kopi juga pameran-pameran,” ungkapnya.

Dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusianya lanjut Popi, Disperin memberikan pelatihan kepada masyarakat baik dari segi produktivitas, pemasaran juga skill. “Maka untuk memaksimalkan upaya itu, kita membentuk kampung-kampung produk unggulan di wilayah masing-masing untuk lebih memudahkan pembinaannya,” ucapnya.

Selain itu Popi berharap para IKM yang sebelumnya sudah diberikan pembinaan, juga mampu meningkatkan manajemen pasar secara profesional. Menurutnya, produk IKM Kabupaten Bandung memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain, bahkan kualitas kopinya kelas dunia.

“Upaya strategis Disperin yakni mengupayakan pengembangan IKM, agar sejalan dengan penguatan struktur industri dengan memperbesar jaringan manajemen pasar. Kita optimalkan para IKM supaya memiliki kemampuan manajemen yang mumpuni. Selain pelatihan keterampilan, kita tawarkan juga untuk inovasi kemasan produk, ya biar eye catching saja jadi pembeli tertarik,” imbuh Popi Hopipah

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Industri Agro Neneng Zaenar Riani, membenarkan, masing-masing IKM mempunyai produk tersendiri. Maka dorongan Disperin juga sudah membuat sentra-sentra IKM di wilayah, sehingga ada penguatan dan kemandirian IKM dalam kegiatan produksi.

“Kita dorong IKM supaya lebih mandiri, mulai dari penyediaan sumber bahan baku, proses produksi, kapasitas produksi hingga pemasaran untuk bekerjasama yang nantinya akan menopang industri besar,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mencatat, ada sekitar 14 ribu IKM agro dan non agro yang ada di Kabupaten Bandung. Dari jumlah tersebut, 150 IKM aktif dan rencananya akan dilibatkan dalam agenda Jumat Culinary Market and coffee shop. Secara bergilir semua akan kita coba hadirkan. “Meski tidak memiliki sarana yang lengkap seperti tempat lain, jumat market culinary setidaknya menjadi ajang promosi produk yang kita sediakan bervariatif setiap minggunya di hari jumat,” ujarnya.

Dia berharap, para IKM bisa berinovasi baik dari produktivitas, kualitas hingga manajemen pasar, sehingga mereka bisa mempunyai daya saing untuk peningkatan ekonomi berkelanjutan. “Kita akan terus upayakan itu, semoga dengan arus informasi global saat ini produk kita bisa melebarkan sayapnya, bukan untuk keuntungan saja tapi juga berdampak sosial, ekonomi dan kultural ” paparnya. (yul/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here