Dishub Tindak Pelanggaran di Persimpangan

91
IPAN SOPIAN/JABAR EKSPRES
LAKUKAN TINDAKAN: Sekertaris Dishub kota Bandung, Anton Sunarwibowo (kiri) bersama Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza Pratadina saat memberikan pemaparan pada acara Bandung Menjawab.

BANDUNG – Mulai 19 Maret mendatang. Dinas Perhubungan (Dishub) kota Bandung akan menindak kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintas terutana yang ada di perempatan jalan.

Dikatakan sekertaris Dishub kota Bandung, Anton Sunarwibowo melalui program bertajuk “Persimpangan Berperadaban” operasi akan berlangsung selama Dua pekan penuh. ”Penindakan ini dilakukan untuk mengurangi para pelanggar di perempatan. Sebab, dari pelanggaran rambu ini menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas,” kata Anton pada acara Bandung Menjawab di Media Lounge kota Bandung, kemarin (13/2).

Selain akan menindak pelanggaran rambu di perempatan, dikatakan dia, pihaknya juga akan mengecek kelengkapan dan kelayakan kendaraan, seperti ban motor yang kecil atau knalpot yang tidak standar. ”Selama ada petugas mereka pasti tertib, takut. Tapi kalau tidak ada ya pasti melanggar,” tambahnya.

Anton menyebutkan sejauh ini ada sepuluh perempatan yang masih terdapat persentase pelanggaran cukup tinggi. Ke-sepuluh perempatan tersebut secara berurutan dari posisi paling atas yakni Cicaheum, Padasuka, Anggrek, Cimuncang, Moh. Toha, Telkom, Merdeka-Aceh, Pahlawan, Cibaduyut dan Cikutra.

Selain akan mengelar penindakan di perempatan. Pihaknya juga akan menjalankan program “Disiplin Dimulai dari Sekolah”. Untuk program ini Dishub bekerja sama dengan pihak kepolisian, Jasaraharja, dan pihak sekolah. Mereka akan mendatangi sekolah-sekolah di kota Bandung untuk melakukan pengecekan kepada siswa yang membawa kendaraan pribadi terkait kelengkapan administrasi dan kelayakan kendaraannya.

”Sekolah menjadi penting untuk mendapat edukasi. Seharusnya bisa lebih ketat, karena sebagian besar pelanggar itu merupakan pelajar. Selain itu, kita juga akan menertibkan apabila ada kendaraan yang parkir di trotoar atau ke jalan,” jelasnya.

Kedua program ini akan dilaksanakan bergantian satu hari sekali antara program Persimpangan Berperadaban dengan Disiplin Dimulai dari Sekolah. Khusus untuk sekolah diupayakan dalam sehari datang ke dua sekolah di kota Bandung. Selain itu dia menyebutkan bentuk penindakan nantinya akan ditegakkan sesuai aturan dari kepolisian.

”Akan dibentuk Dua tim gabungan. Ada dari Polrestabes, Dishub, Sekolah, Jasaraharja. Nanti akan mendata sekolah dan simpang untuk melakukan dua penindakan, kita ingin lihat. Nanti bentuk penindakannya diserahkan ke polisi seperti apa,” ujarnya.

Ditempat sama, Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza Pratadina meyebutkan, lebih dari 70 persen kecelakaan bermula dari pelanggaran lalu lintas, dan sebagian besarnya berasal dari kalangan remaja atau siswa sekolah. ”Masuk ke sekolah-sekolah dan memberikan edukasi ke para siswa menjadi sangat penting, agar bisa penetrasi langsung,” katanya.

Dia menilai, banyaknya siswa yang membawa kendaraan ke sekolah karena sekolah memfasilitasi lahan parkir tanpa tahu punya siswa tersebut memiliki SIM atau tidak. ”Jadi kalau dari pemerintah sudah tidak bisa, berarti harus mundur ke sekolah. Dan yang pertama itu dari keluarga,” ungkap Reza.

Peran keluarga dinilai Reza menjadi paling krusial sebagai sumber utama persoalan remaja atau siswa sekolah yang menggunakan kendaraan. Menurutnya hal itu memang hak pribadi, tapi tetap harus merujuk pada aturan karenanya menyangkut keselamatan. ”Kalau sekali-kali bawa kendaraan curi-curi, tapi ini sudah rutin berarti difasilitasi. Kita akan berikan penyadaran, bahwa ini bukan hal yang sudah biasa. Kalau misalkan mau memberikan kendaraan pertama umur cukup dan memiliki legalitas SIM,” pungkasnya. (pan/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.