Dikenduri, Eni Kena OTT KPK

Setelah Transaksi, Pesta Ultah di Rumah Mensos

49
KEJUTKAN TUAN RUMAH: Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers usai mengamankan politisi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan menciduk delapan lainnya. Kejadian penangkapan saat ultah putri Mensos Idrus Marhan itu pun membuat kaget.

JAKARTA – Pesta ulang tahun ke-8 putri Menteri Sosial Idrus Marham kedatangan tamu tak diundang kemarin. Tamu itu tentu mengejutkan tuan rumah dan para undangan karena berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka bukan mencari sang menteri, melainkan menjemput salah seorang tamu di acara tersebut.

Tamu yang dicari KPK itu adalah Eni Maulani Saragih, wakil ketua komisi VII DPR dari Partai Golkar. Setelah menemui petugas KPK tersebut, Eni langsung berpamitan kepada tuan rumah dan tamu lainnya. Dia dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Kedatangan KPK di kediaman Idrus merupakan rangkaian dari operasi tangkap tangan (OTT). Itu seiring informasi yang diperoleh KPK bahwa telah terjadi transaksi suap Rp 500 juta yang diduga melibatkan Eni. Uang itu diamankan sebelum anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Lamongan-Gresik itu menghadiri acara ultah putri Idrus.

“Kami duga (uang Rp 500 juta) terkait dengan tugas di Komisi VII DPR RI,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, tadi malam. Selain mengamankan politisi Partai Golkar itu, KPK juga menciduk delapan orang lain. Meliputi pengusaha berinisial E, enam staf DPR, dan seorang sopir. Mereka tiba di gedung KPK pukul 15.45.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Maman Abdurahman membantah adanya OTT di rumah dinas Idrus Marham. Dia menyebut yang lebih tepat adalah Eni dijemput oleh KPK di rumah mensos. Saat itu, Eni hadir dalam acara perayaan ulang tahun ke-8 putri mensos. “Di acara itu juga hadir beberapa pejabat kemensos, keluarga, dan beberapa teman maupun kolega,” terang dia.

Maman menyatakan, pihaknya belum mengetahui dalam kasus apa Eni dijemput dan dimintai keterangan KPK. Untuk lebih jelas, ungkap dia, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari komisi yang diketuai Agus Rahardjo itu.

KPK memastikan penjemputan Eni di rumah dinas Idrus Marham merupakan bagian dari operasi penindakan korupsi. Sebab, diduga telah terjadi pemberian uang kepada penyelenggara negara, dalam hal ini Eni selaku pimpinan komisi VII DPR, dari pihak swasta. Duit ratusan juta yang diamankan ditengarai berkaitan dengan kewenangan Eni sebagai anggota legislatif. Hanya, kewenangan apa yang dimaksud masih terus didalami hingga tadi malam.

“Setelah kami ikuti, ada salah satu pihak yang berada di rumah tersebut (Idrus Marham, Red). Jadi kami amankan di sana dan kami bawa ke kantor KPK. Lokasinya kebetulan ada di sana,” terang Febri menjelaskan alasan kenapa penjemputan Eni dilakukan di rumah dinas mensos. Hingga tadi malam, semua pihak yang diamankan masih diperiksa secara intensif oleh KPK. Setelah pemeriksaan itu, status hukum mereka akan diumumkan paling lambat hari ini.

Apakah pemberian uang Rp 500 juta terkait dengan proses penganggaran proyek pemerintah? Febri belum bisa berkomentar. Sebab, pemeriksaan masih terus dilakukan. “Yang pasti yang sedang kami dalami adalah keterkaitan dengan tugas anggota DPR di Komisi VII,” jelas mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. (tyo/lum/tom/ign)

EMS ”Nodai” Pesta Ultah Putri Mensos

Pukul 14.00, EMS tiba di rumah dinas Mensos Idrus Marham di Jalan Widya Chandra IV/18 Jakarta Selatan. Dia menghadiri pesta ulang tahun ke-8 putri Idrus Marham.
Pukul 15.00, petugas KPK datang ke rumah dinas mensos menemui EMS. Petugas menunjukkan surat tugas penangkapan kepada EMS.
Pukul 15.15, EMS pamit kepada sejumlah kolega dan tamu undangan yang hadir di pesta ultah tersebut kemudian pergi bersama petugas KPK.

Seputar OTT
KPK mengamankan 9 orang yang terdiri dari anggota DPR, staf DPR, dan karyawan swasta
Uang yang diamankan dalam OTT sebesar Rp 500 juta
Transaksi diduga dilakukan sebelum EMS menghadiri acara ultah ke-8 putri Idrus Marham
Uang yang diamankan ditengarai berkaitan dengan tugas dan fungsi pengawasan Komisi VII DPR.
EMS baru empat bulan menjabat wakil ketua komisi VII DPR (bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup). Dia anggota DPR dari Partai Golkar daerah pemilihan Lamongan-Gresik.

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.