Dewan Ngaku Tak Diajak Waktu Perencanaan

44
BERI KRITIK: Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Siswanto mengaku tak pernah diikutsertakan dalam perencanaan pembangunan.

BANDUNG – Anggota komisi C DPRD kota Bandung Folmer Siswanto M. Silalahi mengaku selama ini tidak pernah diikutsertakan dalam perencanaan pembangunan kota Bandung, khususnya pembangunan Alun alun Cicendo.

”Harusnya kan minta masukan kepada komisi C gimana baiknya, kita punya konsep seperti ini. Kan konsep kemitraan kita bukaan saat pelaksanaan. Tapi dari sejak perencanaan kita sudah bermitra,” kata Folmer saat dikonfirmasi Jabar Ekpres kemarin.

Dia pun tak berharap dewan hanya dilibatkan saat pekerjaan sudah berjalan. Apabila hal itu terjadi, sebut Folmer pihaknya tidak akan tahu maksud dan tujuan dibangunnya sebuah pembangunan. ”Sehingga sebagai badan pengawas dapat memberi masukan agar tidak ada dampak negative yang timbul setelah pembangunan. Kalau seperti itu kan (tidak dilibatkan dari awal) sudah telat. Jadi jangan salah kan DPRD kalau terjadi apa-apa. Misal kenapa anggarannya diturunkan, kan nanti seperti itu,” tandasnya.

Apalagi sebutnya, untuk proyek pembangunan yang jumlahnya anggarannya tidak sedikit seharusnya DPRD dilibatkan dalam setiap perencanaan. ”Jadi dari awal kita bisa tentukan. Tidak untuk menghambat atau menggagalkan tapi agar hasilnya itu lebih optimal, dan tidak memberi dampak luas pada masyarakat,” jelasnya.

Dan berharap hal seperti itu dapat dilaksanakan agar penyerapan anggaran tepat sasaran. ”Forum-forum, FGD (focus discussion group) ini harusnya diperbanyak agar bisa saling tukar pikiran dan ide. Contoh nanti parkirnya gimana itu, kan di sana jalannya kecil,” jelasnya.

Meski demikian dia pun memberikan apresiasi karena meski ada pembangunan, namun tidak sampai merugikan pihak lain termasuk para pedagang kaki Lima. Apalagi sebut Folmer, Ridwan kami mengusung konsep membangun tanpa menggusur. ”Ya itu bagus karena RTH dengan PKL nya bisa diwadahi dalam satu ruangan. Sudah cukup bagus ya, karena kan itu nantinya jadi tempat wisata. Jadi harus ada tempat kulinernya juga,” tutupnya. (pan/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.