Demiz Cagub, Demul Cawagub

Golkar Ajak PAN dan PPP Bergabung

125
MAU MENGALAH: Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (kedua dari kanan) berfoto bersama Ketua Umum Golkar di DPP Golkar, Jakarta, kemarin (5/1). Dedi Mulyadi akhirnya menempatkan diri menjadi calon wakil gubernur Jabar 2018 mewakil Partai Golkar. Sedangkan posisi calon gubernur diserahkan kepada Deddy Mizwar (ketiga dari kiri) mewakili Partai Demokrat

JAKARTA – Partai Golkar menyerahkan secara resmi surat keputusan (SK) pencalonan kepada pasangan calon (paslon) Pilgub Jabar, Deddy Mizwar (Demiz) dan Dedi Mulyadi (Demul) kemarin. Dalam SK itu, dipastikan bahwa Demiz menjadi cagub dan Demul ditunjuk sebagai cawagub.

Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I Nusron Wahid menyatakan, penetapan posisi Demiz sebagai cagub dan Demul sebagai cawagub merupakan kesepakatan antar dua calon tersebut.

Partai Golkar sendiri, menurut dia, memberikan rekomendasi pencalonan kepada Demul sebagai cagub maupun cawagub. ”Yang penting pasangan calon itu kan punya chemistry,” kata Nusron.

Dia menjelaskan, koalisi Demokrat dan Golkar sudah cukup untuk mendaftarkan pasangan Demiz-Demul ke KPU Jabar. Meski begitu, pihaknya tetap menerima bergabungnya partai lain. ”PAN silakan gabung, PPP silakan gabung, asal nggak neko-neko,” tandasnya.

Sementara itu, cawagub pendamping Ridwan Kamil (RK) segera diketahui. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, penentuan bakal cawagub sedang dalam tahap finalisasi. ”Soal wakil, satu dua hari ini, finalisasi,” kata Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin di Kantor DPP PKB, Jakarta, kemarin (5/1).

Sebagaimana sebelumnya, PKB masih menginginkan kadernya bisa menjadi wakil RK. Yang diajukan adalah Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR.

Lihat Juga:  Daring Mudahkan Perpanjang SIM

Muhaimin juga membantah isu partainya akan hengkang dari koalisi pengusung RK. Menurut dia, sikap PKB masih sama. ”Hasil pertemuan terakhir, PKB tetap komit mengusung Ridwan Kamil,” tegasnya. Dalam kunjungan ke PDIP tiga hari lalu, RK optimistis koalisi Nasdem, PKB, dan PPP di Jabar bisa utuh. Wali Kota Bandung itu menyerahkan nama calon wakilnya ke partai koalisi.

Disinggung soal kemungkinan merapatnya PDIP ke koalisi RK, Muhaimin tidak mempersoalkan. Sebaliknya, dia menyambut baik. Diakuinya, semakin banyak pendukung akan semakin menguntungkan.

”Kunci kemenangan semakin mudah, mesin partai bergerak, tentu kita sangat berharap partai-partai lain ikut bergabung,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, komunikasi dengan RK merupakan hal baik. Namun, dia belum bisa memastikan apakah PDIP akan mengusung RK di Jabar. ”Tunggu tanggal 7 ya,” ujarnya di kediaman Megawati kemarin.

Sementara itu, PAN diprediksi akan tetap dengan koalisi PKS dan Gerindra yang mengusung Mayor Jenderal Purnawirawan Sudrajat dengan Ahmad Syaikhu.

Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, M Hasbullah Rahmad kepada Jabar Ekspres mengatakan, kepastiannya apakah akan berkoalisi dengan PKS dan Gerindra atau ke koalisi Dedi Mulyadi dengan Deddy Mizwar terutamanya soal Surat Keputusan Dukungan saat ini DPW PAN Jawa Barat masih belum pasti.

Lihat Juga:  Partai Golkar Petakan Bapilu di Daerah

”Untuk kepastian lebih baik Kita tunggu saja, karena hal itu kapasitasnya ada di DPP bukan DPW Jawa Barat,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPW PAN Jawa Barat, Muhammad Nadjib Qodratullah mengatakan, saat ini DPW PAN Jawa Barat masih dalam posisi menunggu keputusan DPP PAN terkait sikap politik PAN untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

”Saat ini, saya di DPW PAN Jawa Barat belum mengetahuinya secara pasti karena masih 50-50 antara akan tetap bergabung ke koalisi Sudrajat dengan Syakhu atau ke Dedi Mulyadi dengan Dedi Mizwar,” tuturnya.

Jelasnya terang Nadjib, Kita tunggu dua hari ke depan ini atau sebelum masa pendaftaran pasti keputusan itu akan dipublikasikan. Hal yang pastinya PAN akan terus berkomunikasi dengan partai lainnya. ”Tunggu saja dua hari ke depan ini, kepastian soal koalisi di Pilgub Jabar 2018 ini,” terangnya.

Lihat Juga:  PT DAM Kembali Roadshow

Adapun soal pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar beberapa waktu lalu, tambahnya, hal itu hanya silaturahmi biasa.

Di sisi lain, Ketua Umum PAN pun ingin menunjukkan bahwa politik itu harus santun dan terbuka. Hal senada pun disampaikan oleh Sekretaris DPW PAN Jawa Barat, Herry Dermawan DPW PAN Jabar masih menunggu keputusan DPP. Namun demikian, DPW PAN sudah memberikan banyak rekomendasi soal baik kandidat maupun koalisi yang akan dipilih DPP PAN.

”Untuk rekomendasi ataupun pertimbangan tersebut, saya tak bisa berikan karena sifatnya rahasia internal PAN,” tuturnya kepada Jabar Ekspres saat ditemui di DPRD Jabar, Kota Bandung, kemarin.

Menurut dia, jika PAN ingin memilih baik kandidat maupun koalisi adalah pilihan yang terbaik. Sehingga, PAN di Pilgub Jabar 2018 ini tidak mau tergesa-gesa dan lebih memilih sikap berhati-hati dalam menentukan pilihan atau keputusan yang diambilnya.

”Soal condong kemana, memang Ketum PAN masih berat dan masih ingin mempertimbangkan Deddy Mizwar. Sehingga sikap politik PAN terkesan mengambang tidak ke Deddy Mizwar ataupun Sudrajat,” terangnya. (far/bay/mg2/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.