DCDC Gelar Konser Musik Bhinneka Tunggal Ika

229
IPAN SOPYAN/JABAR EKSPRES
PUKAU PENGUNJUNG: Penampilan group band Jasad mampu memukau para penonton dalam Konser Bhinneka Tunggal Ika di Lapangan Yonif Raider 300 Kabupaten Cianjur, kemarin (12/1).

CIANJUR – Ribuan penik­mat musik metal memadati lapangan Yonif Raider 300 di kabupaten Cianjur (12/1). Mereka datang untuk me­nikmati konser musik Bhin­neka Tunggal Ika-Lima Soka.

Memasuki malam jumlah peminat musik cadas makin berjubel, tak elak suasana dingin kota Cianjur pun dipanaskan dengan jing­krakan kahas musik metal (pogo). Meraka tampak menikmati alunan musik yang dimainkan band-band ternama Indonesia.

Tak hanya sekedar menam­pikan band beraliran metal, tapi juga sesuai dengan tema ‘Bhinneka Tunggal Ika-Liman Soka’ dipentaskan pula gendre musik lainnya. Tidak hanya itu konser ‘Bhinneka Tunggal Ika-Liman Soka’ menghadir­kan band metal kenamaan asal Ujungberung Jasad yang berkolaborsi dengan pertunju­kan wayang golek, dengan dalang Batara Sena Sunandar.

Man Jasad sebagai vokalis band Jasad menyebuktam kolaborasi dengan wayang agar menyatukan musik da­lam setiap zaman. Dan menge­nalkan kembali kearifan lokal yang dimiliki Jawa Barat, sehingga dalang muda yang mengirinya pun untuk membangun kembali kebu­dayaan di Jawa Barat.

Man meyebutkan Lima Soka berasal dari bahasa sunda, yang mungkin anak muda jaman sekarang sudah tidak tahu makna dibalik ba­hasa itu. Lima adalah sebuah induk pengetahuan Soka adalah sedih jadi sebuah kese­dihan dalam ilmu pengeta­huan. Banyak orang pinter yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat, saat ini Jabar sedang Pilgub depannya Pilres dia berharap semoga anak mudanya bisa Bhinneka Tunggal Ikabukan tunggal tenggeul.

Lihat Juga:  KPU Gandeng Media Elektronik

”Sejak 2013 perkembangannya selalu membaik, banyak band baru yang lahir. Banyak anak muda yang berani untuk bekarya dengan mengabung­kan keseni­an,” tutur­nya.

Dalam ko­laborasi dengan da­lang ingin memberikan kesan santai sehingga ti­dak terlalu serius untuk menjalani hidup. Proses latihan Jasad seming­gu dua kali rutin, tapi dalam perhelatan lebih banyak ngobrol intens sejak Desem­ber 2017. ”Kegiatan langsung di panggung yang sama ada­lah yang pertama, sebelum­nya ada dalang tapi beda panggung,” ucapnya.

Album Lima Soka pun dalam penulisan lirik dan vokal yang masih diolah lagi untuk menceritakan akan kebudayaan sunda. “Ada lima lagu dengan mini album,” tambahnya.

Semakin menarik, “Bhin­neka Tunggal Ika-Lima Soka” juga melibatkan musis band yang menjadi bagian dari ka­nal DCDC ShoutOut! Kanal ini mewadahi potensi band-band dari seluruh Indonesia, juga sebagai sarana penyalur regenerasi. Nantinya, akan ada DCDC ShoutOut! Stage yang akan diisi oleh teman-teman DCDCShoutOut! sesuai dengan kota yang disinggahi Jasad dalam gelaran ini.

Lihat Juga:  Perbaikan Jalan Terhambat Musim Hujan

Indonesia, negara yang kaya akan keberagaman suku, bu­daya, aga­ma, bahasa dan banyak lainnya. Bhinneka Tunggal Ika yang berar­ti berbeda-beda tapi tetap satu adalah sem­boyan yang dimiliki Indo­nesia untuk menyatukan seluruh keragaman tersebut.

Atas dasar itulah, DCDC menggelar kegiatan dengan mengusung tema ‘Bhinneka Tunggal Ika – Liman Soka’ di beberapa kota. Kabupaten Cianjur adalah daerah per­tama disambangi oleh DCDC sebelum daerah lainnya.

Perhelatan yang mengacu pada frasa tersebut bertujuan untuk menyatukan seluruh kekuatan dalam ruang seman­gat yang sama. Terbuk-ti,banyaknya band indie yang ikut andil dalam perhelatan tersebut. Pantauan Radar Bandung di lapangan, ribuan pemiknat musik death metal hadir untuk menyaksikan band kesayangannya.

Dihadirkan musisi berkelas asal Kota Bandung, Jasad, usai melaksanakan tour eu­rope sebagai puncak dari kegiatan. Perhelatan ini pun memiliki dua konsep yang terus dilaksanakan sejak 2013 yaitu musik dan budaya.

”Sebenarnya ini akan dilaksanakan di enam kota, namun kalau sukses se­moga bisa terus ke daerah lainnya,” ujar Gio perwaki­lan Atap Promotion (12/1).

Lihat Juga:  Bank Mantap Bagikan Bingkisan Total Rp 1 Miliar

Dia menyebut Bhinneka Tunggal Ika sudah sudah sukses sejak 2013, sehingga ditahun ini mereka siap men­gulang kembali kesuksesan serupa. Meskipun banyak konsep yang diubah, namun apresiasi akan musik dan budaya akan bisa menerje­mahkan arti Bhinneka Tung­gal Ika. ”Setelah Cianjur kita akan mengunjungi Cimahi dan Tasik, karena jalurnya biar satu arah,” ucapnya.

Tiket dibandrol Rp 25 ribu dan hanya diperuntukkan bagi yang berusia 18 tahun ke atas. ”Kita terbuka untuk umum dan dapat dihadiri dengan melakukan booking passport di situs Djarum Coklat Dot Com (DCDC),” ucapnya.

Dia menjelaskan, beragam aktivitas selain tampilnya Jasad dengan penampilan seorang dalang sebagai pe­merkuat unsur budaya. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan dalam acara ini adalah talkshow, eksi­bisi foto, penjualan mer­chandise dan photo booth di House of Jasad.

Selain itu, akan dilaksana­kan social investment oleh Jasad dengan memberikan hal-hal yang bersifat ma­teri dan dirasa menunjang fasilitas yang berhubungan dengan musik sesuai dengan kebutuhan. (pan/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.