Dari Sampah Bisa Ditukar Sembako

47

BANDUNG – Usaha keras mendirikan bank sampah yang dilakukan Jamalis warga Kelurahan Antapani Wetan RW 02 patut diapreasiasi. Sebab, dari sampah dia bisa menghidupi keluarganya dan anak-anaknya.

Bahkan, sebagian warga Antapani Wetan sekarang sadar bahwa dengan mengelola sampah sampah dengan cara dipilah ternyata dapat menghasilkan manfaat secara ekonomi.

Keberadaan bak sampah yang di kelola Jamalis kini berbuah manfaat bagi di Kelurahan Antapani Wetan. Bahkan, banyak warga yang sadar bahwa sampah jika tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan berbagai macam masalah.

Kesahariannya Jamalis selalu berkeliling ke rumah warga untuk menanyakan apakah ada sampah yang mau di jual. Dari situ ia memberikan edukasi kepada warga mengenai pengelolaan sampah yang benar.

’’ Seharusnyaz sampah-sampah yang ada di masyarakat bisa di kelola sendiri sebelum diambil oleh petugas kebersihan,”ucap Jumalis ketika ditemui belum lama ini.

Dia menilai, jika sampah sebelum di buang tersebut dipilah sesuai jenisnya, secara otomatis beban pengelolaan sampah yang ditanggung oleh pemerintah berkurang.

Untuk mengajak warga memahami pentingnya mengatasi masalah sampah, ia mengajak warga untuk mengumpulkan sampah dengan mendirikan bank sampah dirumahnya.

Bagi dia, tujuan membantu warga untuk memilah sampah menjadi saling menguntungkan. Sebab, setelah dia membantu warga memilah sampah, kemudia sampah milik warga tersebut di jual kepada pengepul.

Layaknya bank umum, uang hasil penjualan sampah tidak langsung diberikan kepada warga. Namun masuk kedalam rekening tabungan. Sehingga, unag tabungan tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.

’’Sampah yang telah diubah menjadi uang nantinya akan menjadi tabungan untuk para nasabah bak sampah,’’kata dia.

Dari uang yang terkumpul tersebut, warga dengan bebas membeli kebutuhan pokok (sembako) di warung milik klontong Jamali dari uang hasil sampah. Bahkan, jika uang tersebut belum mencukupi dia mempersilahkan warga untuk berhutang dengan syarat mau mengelola sampah dan jadi nasabah bank sampah miliknya.

’’Warung saya kecil-kecilan saja, hanya ada sembako dan sayur-sayuran dari pasar, ini hanya untuk warga dan bisa di beli dari hasil penjualan sampah,”pungkas dia. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.