Dansathar 13 Depohar 10 Bekali Prajurit Dengan Ilmu Agama

Mengenal Sosok Letkol. Tek. Wawan Darmawan SE.,M.I,Pol

42

BANDUNG – Satuan Pemeliharaan (Sathar) 13 Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Lanud Husein Sastranegara saat ini dikomandoi seorang Letnan Kolonel (Letkol) cerdas, gigih, pengayom dan supel. Ia adalah Letkol Tek. Wawan Dharmawan, SE., MI.Pol.Terbilang masih baru, namun sudah banyak program yang beliau jalankan sejak menjabat pada maret 2018 lalu.

Letkol Tek. Wawan Dharmawan, SE., MI.Pol
Komandan Sathar (Dansathar) 13 Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara

Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Koharmatau) membawahi 7 Depohar. Salah satunya adalah Satuan Pemeliharaan (Sathar) 13 dibawah Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Lanud Husein Sastranegara yg di pimpin oleh Dandepohar 10 yaitu Kolonel Tek M.Iskak Sugandi yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pemelihara alutsista di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), diantaranya yaitu perbaikan komponen seperti kalibrasi, swing kompas, x-ray bahkan menimbang berat pesawat dan masih banyak lagi untuk jenis pesawat angkut berat, angkut sedang dan pesawat latih serta Helikopter.

Lebih lanjut mengenal sosok Komandan Sathar (Dansathar) 13 Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara.

ads

Perjalanan Karir

Lahir di keluarga TNI. Ayah dan kakanya merupakan anggota TNI, sudah barang tentu menjadi motivasi bagi Letkol. Wawan.

“Awalnya, setelah saya dinyatakan lulus di SMPN 12 Bandung, saya berangkat sendiri ke Medan untuk melanjutkan pendidikan di SMU Kartika I-2 Medan tempat kakak saya bertugas. Saya belajar kepada kakak saya bagaimana cara menjadi anggota TNI,” ucap pria kelahiran Tasikmalaya itu.

Berkat kegigihannya dan keseriusan menjadi tentara, setelah Letkol Tek. Wawan lulus SMA ia mengikuti dan daftar sebagai anggota TNI. Pada tahun 1997 dia dinyatakan masuk taruna. Ketika resmi menjadi anggota TNI, pilihan pertamanya adalah masuk Angkatan Darat (AD). Namun karena hasil Psikotesnya mengarahkan ke Angkatan Udara, ia pun masuk Angkatan Udara (AU), rasa percaya diri dan kebanggaan pun makin membara dalam dirinya.

“Pertama tugas, saya ditempatkan di Solo, kemudian ke Depohar 10 ini, lalu ke Magelang, Timika Papua hingga sekarang kembali lagi ke Depohar 10 sebagai komandan,” ucap Letkol Tek. Wawan.

Kerja dan prestasi

Terkait fungsinya di bidang pemeliharaan, Letkol Tek. Wawan sebagai komandan juga telah banyak menorehkan prestasi.

“Kita selalu berusaha untuk memenuhi permintaan Satuan pemeliharaan pesawat dan skadron udara, termasuk menjaga kondisi kebutuhan komponen pesawat sehingga pesawat tetap siap terbang. ,” jelasnya.

“Sebagai satuan yang menyediakan atau pendukung di bidang pesawat, kita punya program kerja. Kita harus tahu kebutuhan pengguna pesawat TNI AU serta menjamin kelayakan pesawat itu sendiri. Bagaimana agar pesawat terbang dengan sempurna dan bisa bermanuver dengan baik, itu menjadi tugas kita. Intinya kita harus benar-benar mendukung kebutuhan mereka,” ungkapnya kepada wartawan dalam acara silaturahmi di Lanud Husein Sastranegara pada Jumat (14/9) lalu.

Mengenai prestasi dan pencapaian kinerja yang optimal adalah bagaimana sebuah rencana kerja berimbang dengan target yang telah ditetapkan.

“Prestasi bagi kami, ketika satuan pengguna membutuhkan kami selalu siap dan alhamdulillah selama ini kita siap mendukung. namun kembali lagi semuanya dimulai dengan perencanaan kerja yang baik”, tambanya.

Tingkatkan Sumber Daya Prajurit

Kualitas sumber daya prajurit pun tak luput dari perhatian sang komandan, demi tercapainya prestasi kerja harus tercipta pula sumber daya yang baik. Tugas menyiapkan satuan pesawat namun prajurit tetaplah prajurit. Untuk menjaga fisik dan mental tetap baik dan prima, Letkol. Wawan membina prajuritnya dengan pelatihan dua kali dalam seminggu dengan silat dari merpati putih.

Tidak hanya sebatas fisik tetapi segi spiritual juga ia bina, dengan mengajak untuk pengajian dua kali seminggu di berbagai masjid diluar lingkungan Lanud Husein Sastranegara.

“Kami juga ada kegiatan dua kali seminggu, seperti silat merpati putih untuk fisik dan disiplin, serta spirutual dengan sholat berjamaah diluar guna berbaur dan mengayomi masyarakat”, jelas pria yang sudah dikaruniai satu orang putri berusia 11 tahun ini.

Hobi dan Pergaulan

Meski dia sudah menjadi orang sukses, namun ia tetap rendah hati dan ingin berbaur dengan masyarakat umum dan menjalankan hobi sekaligus dengan mengikuti sebuah klub mobil Mercedez.

“Saya terus bersosialisasi dengan masyarakat, salah satunya dengan cara masuk sebuah klub mobil Mercedez. Di sana saya bisa kenal dengan sejumlah tokoh di Jawa Barat. Berkat keinginan kuat untuk bisa mengenal semua dunia tidak hanya militer), saya bisa berbaur dengan tokoh-tokoh tersebut. Saya pun tak lupa selalu menanamkan kepada mereka rasa cinta terhadap NKRI ini,” tutupnya. (ss)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.