Curah Hujan Tinggi, Petani Sayur Merugi

124
DOKUMENTASI JABAR EKSPRES
HARGA MENURUN: Petani memanen kembang kol di Kampung Tugu, Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat akibat curah hujan tinggi sayur jadi kuning.

SOREANG – Tingginya curah hujan di Kabupaten Bandung membuat sejumlah komoditi pertanian khsusnya sayuran mengalami pembusukan. Sebab, hujan yang kerap terjadi memiliki kadar asam tinggi.

Hal ini, terjadi di kawasan pertanian seledri dan bawang daun di kawasan Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali (Pacira) Kabupaten Bandung. Akibatnya, daun kedua jenis sayuran ini menguning dan membusuk.

Seorang seorang pemerhati pertanian Holtikultura dari Desa Alam Endah Kecamatan Rancabali, Hisyam mengatakan, tingginya curah hujan memiliki kandungan asam cukup tinggi. Sehinga, harga jual kedua jenis sayuran ini anjlok ke harga Rp 2000 perkilogram untuk bawang daun dan Rp 5000 perkilogram untuk seledri.

’’Idealnya untuk bawang daun itu yah di harga Rp 7000 dan Rp 10 ribu untuk seledri,’’jelas Hisyam kepada wartawan kemarin (11/3)

Dia memaparkan, d kedua jenis sayaran ini, rusak kekuningan. Selain kualitas yang menurun, enggak tahu kenapa permintaan pasar juga melemah Sehingga, mengakibatkan harga pasaran jatuh. Padahal, sebelumnya jenis sayuran ini memiliki harga baik.

Adanya curah hujan yang ekstrim ini sangat mempegaruhi kondisi jenis sayur-sayuran. Sehingga, perlu penanganann denagn membuat pelindung dari plastik (Rain Selter) atau dengan Green House. Namun sayangnya, pertanian dengan menerapkan kedua metode tersebut biaya yang harus dikeluarkan petani lumayan besar.

’’Karena biaya yang harus dikeluarkan petani lumayan besar. Makanya di daerah sini belum ada yang pakai Rain Selter, apalagi Green House lebih mahal lagi,’’jelas dia.

Selain itu, untuk masa tanam hingga panen kedua jenis sayuran ini rata rata 90 hari. Bahkan hasil dari panen ini seledri dan bawang daun dari Pacira ini dijual kepada bandar dan dibawa ke Pasar Induk Caringin.

’’Biasanya kan kalau kualitas menurun akan berdampak juga pada pasokan yang juga turun. Kalau begitu biasanya harga jadi tinggi, tapi kalau ini tidak, pasokan turun harga juga enggak bagus,’’ katanya.

Seperti diketahui, luas pertanian bawang daun dan seledri di Pacira kurang lebih 2000 hektare. Pertanian ini tersebar hampir disemua desa di tiga kecamatan tersebut. Namun lahan pertanian seledri dan bawang daun ini, paling banyak terdapat di Desa Alamendah dan Desa Sukaresmi Kecamatan Rancabali. (rus/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.