Coklat Isi Baut Diakui Kelalaian

Proses Produksi Langsung Dihentikan

91
LAKUKAN PENGECEKAN: Seorang petugas dari BPOM memeriksa tempat produksi di gudang penyimpanan bahan baku coklat di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengindentifikasi ada tidaknya material plastik atau baut yang tercampur dalam coklat.

SOREANG – Sempat menjadi Viral di Media Sosial (Medsos) video cokelat berisi serpihan plastik, baud dan mur yang di unggah oleh warga Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah oleh Satuan Reskrim Polres Bandung langsung dilakukan pemeriksaan ke home industry Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik mengatakan, setelah mendapatkan informasi dan melihat secara langsung video di media sosial, pihaknya melakukan pemeriksaan ke Home Industry Cokelat yang berdiri sejak tahun 2013 tersebut.

’’Cokelat dibungkus mengunakan kertas mika gold itu di produksi oleh salah satu home industry telah dilakukan pemeriksaan secara langsung,’’ kata Firman kepada wartawan kemarin (9/1).

Lihat Juga:  Aher Bersihkan Citarum, Revitalisasi Libatkan Ribuan Anggota TNI dan Komunitas

Menurutnya, pemeriksaan dengan melihat langsung tempat pembuatannya, dan sample bahan baku serta cokelat yang sudah jadi diambil untuk dilakukan pengecekan ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Bahkan, pihak Badan Pengawas obat obatan dan Makanan (BPOM) mengambil sample produk cokelat tersebut.

pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan dinas perindustrian dan perdagangan dan Dinas Kesehatan. Sebab, berdasarkan keterangan produk cokelat tersebut sudah mengantongi izin.

’’ Setelah dilakukan pengecekan, pabrik cokelat tersebut sudah resmi terdaftar di Pemda Kabupaten Bandung, tekait Kesehatannya dan perdagangannya,’’ucap Firman.

Setelah dilakukan pemerikasaan produk cokelat tersebut tidak ditemukan mur, plastik dan Baud yang terlihat di video yang beredar di media sosial. Namun, pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan adanya dugaan pemalsuan.

Lihat Juga:  IKM Serap 10,3 Juta Pekerja

’’Makanya kita akan mendalami lagi kasus tersebut, dan saat ini kami sedang menunggu hasil dari laboratorium, untuk mengetahui hasilnya, apakah cokelat tersebut berbahaya atau tidaknya,’’ kata dia.

Sementara itu, Pemilik home indutri Cokelat, Pelly Pelita Wati mengaku bahwa cokelat yang beredar di video tersebut memang merk milik dirinya, ia mengetahui informasi tersebut dari karyawannya dan melihat langsung diYouTube.

’’Saya dapat berita awal dari karyawan bahwa melihat langsung di youtube, selain karyawan saya, soudara-soudara pun memberikan kabar adanya video itu. Akhirnya saya pun melihat langsung dan benar merk cokelat itu produksi kami,’’ ungkapnya.

Lihat Juga:  BPJS TK Targetkan 25,2 Juta Peserta

Pelly mengungkapkan, produksi cokelat miliknya itu akan berhenti untuk sementara, hingga pemeriksaan BPOM selesai. Menurutnya, penemuan mur baut yang ada di cokelat produksinya merupakan kelalaian karyawan nya.

“Kami periksa ulang, dan hasilnya dari bahan tidak ditemukan barang-barang itu, mungkin kelalaian pekerja, karena yang diketahui nya satu biji saja, kalau banyak tidak mungkin, karena saya pilih bahan secara selektif. Dengan adanya kejadian ini, kedepannya kami akan lebih berhati-hati,’’ pungkasnya. (yul)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.