Citarum Sudah Lebih Baik

254
BERIKAN EDUKASI: Sejumlah anak-anak didampingi oleh Mahasiswa diajak untuk melakukan kegiatan bebersih sungai untuk menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah.

SOREANG – Di hari jadi Kabupaten Bandung yang ke 377, kondisi sungai Citarum yang berada di wilayah Kabupaten Bandung saat ini cenderung lebih baik. Setelah program Citarum Harum yang digalakkan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi), hal tersebut dikatakan, Dandim 0609/Kabupaten Bandung, Letkol Arh, Andre Wira Kurniawan.

“Di ulang tahun Kabupaten Bandung ke 377 ini, Sungai Citarum sudah mulai membaik, namun terkait permasalahan lainnya masih harus introfeksi, diantaranya permasalahan lingkungan. Sehingga, apa yang belum berhasil tahun ini bisa dilakukan pada tahun-tahun berikutnya,” kata Andre saat wawancara, kemarin (20/4).

Menurutnya, saat ini pihak TNI dan pemerintah terus menggalakan progres Citarum Harum, sehingga masyarakat di bantaran sungai pun sudah mulai pindah, pasalnya bantaran Sungai akan di buat taman agar terlihat indah.

“Program Citarum Harum terus berjalan agar terus meningkatkan kualitas sungai Citarum supaya lebih baik. Apalagi katanya, saat ini petugas TNI yang terjun ke masyarakat terus melakukan sosialisasi tentang perbaikan lingkungan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Andre juga menyoroti kasus minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan 45 warga di Cicalengka beberapa waktu yang lalu. Dia mengungkapkan kasus tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi TNI dan polri untuk memberikan pendidikan dan arahan kepada pemuda agar tidak terlibat dalam kasus miras oplosan.

“Adanya kasus miras oplosan ini, menjadi pekerjaan buat TNI, Polri dan Pemerintahan, agar kasus serupa tidak terjadi kembali, oleh karena itu, kami terus melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap para remaja,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang M. Nasser mengungkapkan di hari jadi Kabupaten Bandung yang ke 377, tantangan berat yang dihadapi adalah pembangunan di bidang lingkungan. Sebab, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih sangat rendah dan perhatiannya masih minim.

“Yang berat pembangunan di bidang lingkungan. Kesadaran masyarakat masih rendah, belum punya perhatian khusus ke lingkungan, oleh karena itu, kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat agar sadar akan lingkungan dengan dibuatnya lubang cerdas organik dan menanam pohon,” pungkasnya. (yul/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.