CFD dan CFN Selama Ramadan Ditiadakan

51
DOKUMENTASI JABAR EKSPRES
PERNAH UJI COBA: Masyarakat berolahraga bersepeda di Kawasan jalan Asia afrika yang pernah jadi area CFD di hari libur.

BANDUNG – Selama Ramadan, keberdaan kawasan Car Fre Day (CFD) dan Car Free Nigth (CFN) di sejumlah titik di Kota Bandung akan ditiadakan. Hal ini, dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas sema ramadan yang biasanya mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Perhubungan Didi Ruswadi mengatakan, penghapusan kawasan CFD berlaku di Jalan Ir. H Djuanda (Dago) Sedangkan untuk CFN yang biasa Asia Afrika juga ditiadakan.

Dia menuturkan, sebetulnya penghapusan CFD dan CFN ini sudah diberlakukan pada tahun-tahun sebelumnya dan menjadi keputusan Wali Kota. Namun, kelanjutan rencana ini nantinya akan dilakukan evaluasi berdasarkan fungsi dan tujuan awalnya.

’’Jadi CFD dan CFN ini dibuat pada awalnya untuk program Langit Biru,’’jelas Didi ketika ditemui kemarin (15/3)

Menurutnya, pemberlakuan CFD di Dago diperuntukan bagi sarana masyarakat untuk beraktivitas berolah raga sehingga kendaraan bermotor tidak boleh melintas. Bahkan, dikawasan tersebut dilarang untuk meroko.

Didi mengakui, saat ini, Pemkot Bandung tengah mengumpulkan tim yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mengevaluasi kegiatan CFD yang tidak sesuai fungsi awal. Fokus penataan juga ditujukan untuk kegiatan berjualan yang biasanya memicu para pedagang menggelar lapaknya di area CFD.

“Masih harus ada rapat lanjutan. Tadi baru awalnya apakah ini mau dikembalikan ke marwah semula, atau memang mau mengakomodir di luar itu. Di situ (kepwal) boleh berjualan, makanan atau minuman, tetapi di persil,” katanya.

Didi menambahkan, masalah parkir juga kerap disinggung dalam evaluasi pelaksanaan CFD dan CFN. Sebab, pada kenyataannya pihaknya kesulita melakukan penataan parkir para pengunjung yang sebagian besar membawa kendaraan pribadi.

Untuk itu, peninjauan ulang area bebas kendaraan bermotor ini harus kembali pada semangat program Langit Biru, dengan mengurangi emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Dengan adanya kegiatan itu.

“Seharusnya pengunjung CFD mengubah penggunaan transportasi sejak berangkat dari rumah,” ucap dia.

Selain itu, pengaturan CFN di sebagian Jalan Asia Afrika saat ini memang diberlakukan pengkhususan sebagian Jalan Asia Afrika untuk gelaran seni dan budaya. Namun, pada pelaksanaannya sering menimbulkan kemacetan.

” Harusnya jadi solusi kemacetan. Semangatnya pengunjung CFN menggunakan transportasi publik, bersepeda, atau berjalan kaki. Kalau kita datang ke situ membawa kendaraan, itu sama saja bohong namanya,” kata Didi (mg3/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.