Calon Sekda Diminta Lebih Kompak

25
sekda kbb
FOTO BERSAMA : Pj Sekda Bandung Barat Wahyu Diguna (kanan) saat berfoto bersama dengan para calon sekda yang dalam waktu dekat akan dipilih satu nama oleh Bupati Aa Umbara.

NGAMPRAH– Tiga nama calon Sekda Bandung Barat diminta lebih kompak. Hal itu yang disampaikan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Saat ini, Bupati belum juga menjatuhkan pilihannya untuk menentukan satu nama untuk jabatan sekda defenitif, yang bakal mendampinginya untuk urusan birokrasi di Pemkab Bandung Barat. Tiga nama yang sudah lolos yakni Asisten Pembangunan Agustin Piryanti, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdagaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3) Asep Wahyu dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Asep Sodikin.

“Bagi saya utamannya soal kekompakan dulu diantara calon sekda itu. Kalau persoalan menentukan sekda definitif itu gampang. Tapi yang saya pikirkan bagaimana ke depannya mereka ini bisa solid sehingga saya beri waktu agar diantara mereka ada camistry,” ujar Bupati di Ngamprah, kemarin.

Kurang lebih sebulan Akur (Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan) memimpin Bandung Barat, menurut Bupati belum cukup untuk membangun camistry diantara mereka. Termasuk diantara ketiga calon sekda, camistry-nya harus terbangun kuat meskipun diantara mereka ada kompetisi.

ads

Demi membangun Bandung Barat, Bupati memberikan waktu pada mereka untuk saling menghormati apapun keputusan yang dia ambil. “Terimakasih pada para pengamat, yang memberikan masukan agar saya segera menentukan sekda definitif itu. Tapi berikan saya waktu untuk membangun kekompakan diantara mereka. Saya baru sebulan memimpin Bandung Barat, jadi masih berupaya membangun komunikasi agar mereka bersatu,” paparnya.

Meski demikian, dia berjanji tidak akan terlalu lama lagi menentukan pilihan diantara ketiganya. Karena walau bagaimanapun kehadiran sekda sangat dibutuhkan untuk menjalankan program Akur ke depan. Terutama untuk program pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Jargon kita kan ngajak lumpat (lari) kepada para birokrat ini dalam rangka percepatan pembangunan. Artinya, semua pihak terutama ASN harus benar-benar kompak dan berlari untuk menjalankan program yang sudah direncanakan sehingga mampu menyerap anggaran secara maksimal,” pungkasnya. (drx)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.