BUMD dan PDAM Siap Bantu ke Wilayah Krisis Air

163

NGAMPRAH– Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) bersedia membantu wilayah yang saat ini mengalami krisis air bersih. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Diketahui, saat ini ada lima kecamatan di Kabupaten Bandung Barat mengalami krisis air atau kekeringan. Kelimanya yakni Kecamatan Cipeundeuy, Parongpong, Cipongkor, Saguling, dan Cikalongwetan. Laporan resmi kondisi masyarakat di lima kecamatan itu, sudah masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat. 

Manager Perencanaan PT PMgS, Yovita Yulia Dewi didampingi Manajer Umum dan SDM, Mohamad Arip menyatakan, pada prinsipnya BUMD siap untuk membantu masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih lantaran memasuki musim kemarau. “Kita biasanya berkoordinasi dengan BPBD bila ada laporan daerah yang membutuhkan air. Bila sudah ada laporan, maka kami akan langsung mengirimkan pasokan air ke lokasi,” kata Yovita di Ngamprah, Rabu (8/8).

Terakhir, kata Yovita, bantuan air bersih pernal diberikan pada tahun 2015 lalu. Dimana pada saat itu kemarau panjang dan di sejumlah daerah mengalami kekeringan. “Dulu menyuplai airnya ke daerah Cililin karena di sana kesulitan air bersih,” kata dia seraya menyebutkan sampai saat ini stok air masih mencukupi kendati ada kenaikan sekitar 15 persen terhadap konsumsi air selama kemarau ini.

Hal senada diungkapkan Sri Hartati, Manajer Junior Humas dan Sekretariat PDAM Tirtaraharja Kabupaten Bandung. Menurut dia, pihaknya siap membantu distribusi air terhadap wilayah yang mengalami krisis air. Namun, sampai saat ini belum ada laporan di wilayah Kabupaten Bandung Barat soal permintaan bantuan distribusi air. “Teknisnya kita berkoordinasi dengan BPBD setempat bila ada laporan soal permintaan air. Dan sampai saat ini belum ada laporan,” katanya.

Sri menambahkan, bila pihak BPBD sudah memberikan laporan, pihaknya siap menerjunkan petugas bersama mobil tangki air yang dimiliki PDAM. “Mobil tangki air sudah disiapkan bila nantinya harus mendistribusikan ke berbagai wilayah yang membutuhkan air. Karena buat kami pelayanan kepada masyarakat itu menjadi hal utama,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD KBB Dicky Maulana menyebutkan, ada lima kecamatan yang mengalami krisis air yakni Kecamatan Cipeundeuy, Parongpong, Cipongkor, Saguling, dan Cikalongwetan. Kelima tersebut tercatat berjumlah 90.596 orang. Warga yang kesulitan air bersih itu disebabkan oleh sumur-sumur mengering. Itu terjadi karena sudah lebih dari dua bulan, hampir di seluruh wilayah KBB tidak pernah diguyur hujan. Kondisi ini memaksa warga mencari sumber-sumber air alternatif yang bisa dimanfaatkan.

Seperti di Kecamatan Cipeundeuy, kekeringan melanda satu desa dengan warga terdampak 948 jiwa. Kemudian di Kecamatan Cikalongwetan, 13 desa dengan warga terdampak 74.496.  Sementara, untuk krisis air bagi lahan pertanian di Kecamatan Cipongkor terdapat di 14 desa dengan lahan terdampak 396 hektar. Di Cipeundeuy ada 12 desa dengan lahan terdampak 714 hektar, dan Parongpong 6 desa dengan 63 hektar. (drx)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.