Buat Sodetan Atasi Banjir Melong

115
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/JAB
TERJANG BANJIR: Warga berjalan melewati banjir di Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuh Kolot, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Kamis (14/4). Banjir tersebut diakibatkan meluapnya sungai Citarum.

CIMAHI – Untuk mengatasi masalah banjir Melong, Pe­merintah Kota (Pemkot) Cimahi memastikan akan membuat sodetan dan embung.

Pembuatan embung akan dilakukan ditiga titik yaitu di Pasir Kaliki Kecamatan Cimahi Utara, Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah, dan di Melong Kecamatan Cimahi Selatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M. Nur Kuswan­dana mengatakan, pembangu­nan sudah masuk Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Namun harus ada pembebasan lahan di tiga wilayah tersebut.

”Anggaran yang diperlukan sebesar Rp 47 miliar untuk membebaskan lahan. Jika di­tambah dengan pembuatan embung, maka anggaran yang wajib disediakan mencapai Rp 350 miliar,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, kemarin (13/2).

Menurut M Nur, kebutuhan lahan seluas 7 hektare dan untuk wilayah Cigugur Tengah seluas 4 hektare. Untuk yang pembebasan lahan Rp 47 mi­liar sudah tersedia tahun ini. Kalau untuk pembuatan em­bung, mungkin akan dilaku­kan secara bertahap,” ujarnya.

M Nur menjelaskan, pada tahun ini pihaknya bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mulai membuat Detail Engi­neering Design (DED). Sehinggadi tahun 2019 sudah mulai bisa melakukan pembebasan di wilayah yang sudah diten­tukan.

Sedangkan untuk desain dan Land Acquisition Resettlement Action Plan (Larap) atau Ren­cana Tindakan Pengadaan Tanah dan Permukiman dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pembebasan lahan untuk pengentasan banjir Melong juga sudah rampung.

”Tahun ini akan membuat DED untuk pembuatan em­bung di Pasir Kaliki dan di Melong. Tinggal melakukan sosialisasi ke warga di Melong, karena di Cigugur Tengah sudah sosialisasi. Paling telat, 2020 itu pembangunan fisiknya dimulai, tergantung keterse­diaan anggaran,” terangnya.

Agar proyek tersebut berja­lan lancar, Nur mengatakan semua pihak, termasuk ma­syarakat harus terlibat men­dukung upaya pengentasan banjir di Melong.

’’Ada 27 bidang yang akan dibebaskan lahannya, tapi kepentingannya untuk ri­buan orang di Cimahi, teru­tama yang ada di lokasi ban­jir,” ucapnya.

Sementar itu, Wali Kota Ci­mahi, Ajay M. Priatna, menga­takan yang menjadi fokus penanganan titik banjir di Ci­mahi, terutama di Melong.

Pembuatan embung, meru­pakan opsi yang harus ditem­puh mengingat Kabupaten Bandung hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan membebaskan lahan untuk membuat sodetan sam­pai ke Sungai Citarum. Pada­hal, Margaasih yang notabe­nenya merupakan wilayah Kabupaten Bandung juga terdampak banjir.

”Opsinya ya itu tadi, kami memastikan akan membangun embung di Melong dengan luas 7 hektare untuk menam­pung air banjir sementara. Jadi nanti airnya bisa dialirkan ke Citarum dengan saluran yang ada sekarang,” kata Ajay.

Masih kata Ajay, kalau saja Kabupaten Bandung sudah siap membebaskan lahan untuk pengentasan banjir Melong, maka Pemerintah Kota Cimahi tidak perlu mem­buat embung yang mahal itu.

”Tapi positifnya, kalau em­bung itu dibangun bisa dija­dikan penampungan air raksasa, dan untuk sumber air masyarakat. Bisa juga di­manfaatkan untuk objek wi­sata,” pungkasnya.(ziz/yan).

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.