BPJS Tidak Cocok untuk Prajurit

Harus Ada Solusi untuk Kesehatan Anggota TNI

45
BPJS Kesehata Tidak Cocok untuk Prajurit
TAMBAH FASILITAS: Pangdam III/Slw Mayjen TNI Besar Harto Karyawan meletakan batu pertama pada pembangunan gedung stroke center RSUD Distira Kemarin (12/11).

CIMAHI– Panglima Kodaam (Pangdam) III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan menganggap sistem perawatan bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai kurang menguntungkan. Sebab, dengan aturan BPJS Kesehatan membuat rujukan pelayanan kesehatan berdasarkan sistem rayon sehingga seperti mengkotak-kotakan.

“ Di militer tidak mengenal sistem rayon tapi sistem kesehatannya adalah sistem rujukan. Mulai dari batalion, Kodim, hingga tingkatan rumah sakit yang memiliki peralatan dan fasilitas lebih lengkap, ini perlu diluruskan karena akan merugikan institusi TNI sendiri,” jelas Besar ketika kepada wartawan kemarin. (12/7)

Dia menilai, melalui sistem rayon tersebut, ketika rumah sakit militer memiliki fasilitas bagus dan mencukupi tapi karena ada batasan koridor BPJS maka jadi terbelenggu. Sehingga, bila memeriksakan kesehatan tidak bisa ke rayon lain. Dan ini yang perlu disuarakan dan disampaikan sehingga ada titik temu dan ada solusinya.

Besar memaparkan, selama ini sistem rujukan di militer sudah ada tersendiri dan berjalan dengan baik di lingkungan TNI. Namun, sistem administrasi penunjang tidak bisa melakukan klaim ke BPJS ketika melakukan rujukan seperti di TNI ini.

Jika dulu militer membawa surat dari PPK satu untuk dirujuk ke rumah sakit tapi sekarang tidak bisa karena sistemnya online.

“Kita dikotak-kotak, dibelenggu, diikat dengan sistem online. Tapi ketika sudah mendaftar online, namanya tidak ada karena sudah masuk kotak dalam rayon tertentu,” tuturnya.

Pada kesempatan kunjungannya tersebut Pangdam yang didampingi Kakesdam III/Siliwangi Kolonel Ckm Dr. Purwo Setyanto, SpB, meletakan batu pertama pembangunan Ruang Stroke Center yang didanai dari dana murni Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Gedung Stroke Center ini khusus menangani kasus stroke dan terdiri dari 12 tempat tidur yang terbagi ruang VIP, isolasi, dan pasien.

“Jika dibandingkan puluhan tahun lalu saya ke sini, sekarang kemajuannya luar biasa. Rumah sakit ini harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan juga militer,” ucapnya. (ziz/yan).

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.