BPBD Usulkan BTT Rp 1 Miliar

34
LATIHAN PENANGGULANGAN: Lembaga organisasi ACT mensimulasikan penyelematan korban bencana.

NGAMPRAH – Untuk menanggulangi bencana di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB berencana mengusulkan biaya tak terduga (BTT)  sebesar Rp 1 miliar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Dicky Maulana mengatakan, BPBD sudah menetapkan status Tanggap Darurat sejak 6-19 Maret 2018 dan masih menunggu surat keputusan (SK) Bupati Bandung Barat Abubakar agar BTT dapat segera dicairkan.

“Sudah diusulkan sekitar Rp1 miliar untuk BTT. Sekarang masih nunggu SK bupati,” kata Dicky ketika ditemui kemarin (13/3).

Lihat Juga:  PT BPR Akan Salurkan Kredit untuk Skala Mikro

Dicky menuturkan, BTT nantinya akan digunakan untuk penanganan bencana agar tidak meluas dan berdampak pada kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi masyarakat sekitar. seperti penanganan jalan yang tertutup longsoran tanah yang bisa memutus akses ekonomi dan pendidikan masyarakat.

’’Intinya BTT itu peruntukannya agar bencana ini tidak berdampak luas bagi kegiatan sehari-hari warga. Mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial,’’ ucap dia.

Sementara untuk perbaikan rumah warga yang rusak berat, sedang dan ringan, kata dia, akan diberikan bantuan di luar anggaran BTT tadi. Namun, sampai saat ini pihaknya masih mendata jumlah rumah warga yang terkena dampak bencana yang selanjutnya pencairannya akan secara bertahap dalam satu tahun anggaran ini.

Lihat Juga:  Soal Seleksi Timnas, Basna Tunggu Putusan Manajemen

’’Kita masih fokus pendataan rumah warga dan ditaksir lebih dari Rp1 miliar untuk perbaikan rumah warga yang rusak,’’ paparnya.

Dicky memaparkan, sejak awal Januari-Maret 2018, sudah ada puluhan kejadian bencana di Kabupaten Bandung Barat. Terdiri dari bencana longsor sebanyak 30 kejadian, 7 kebakaran, banjir 5 kejadian, pergerakan tanah 6 kejadian, dan angin puting beliung 12 kejadian. Titik bencana tersebut berada di Kecamatan Cipongkor, Saguling, Sindangkerta, Gununghalu dan Ngamprah.

’’ Kami terus mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar tetap waspada jika hujan turun tinggi. Sebab, potensi bencana longsor bisa terjadi kapan saja,’’ ujarnya.

Lihat Juga:  Jor-joran Beli Pemain, Manajemen Persib Minta Ini

Seperti diketahui, bencana longsor yang cukup besar terjadi di Kampung Bonjot, RT 3 RW 11, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat yang menewaskan dua korban yakni Damah,41, dan anaknya Puja Astuti,13. Keduanya saat ini sudah ditemukan oleh petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, BPBD, BNPB, PMI dan relawan. (drx/yan)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.