63

BOP PAUD Dinaikkan jadi Rp 4,4 T

TINGKATKAN PENDIDIKAN: Bantuan operasional penyelenggaraan bagi PAUD tahun depan dinaikkan menjadi Rp 4,4 triliun.

NGAMPRAH– Menteri Pen­didikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut­kan, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pen­didikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun depan akan naik di­bandingkan tahun ini.

“Dari Rp 4,1 triliun men­jadi Rp 4,4 triliun,” ujar Mu­hadjir usai membuka Dialog Kebijakan PAUD sekaligus menjalin kesepakatan dengan Kementerian Desa PDTT di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (7/12).

Dia mengatakan peningka­tan bantuan itu agar PAUD di Indonesia lebih baik dan mu­tunya meningkat. Pendidikan pada dasarnya memiliki tiga dimensi. Dimensi pertama meliputi pendidikan informal, formal, dan non formal. Di­mensi kedua itu domain, meliputi afektif, kognitif, dan saikomotorik. Sementara yang ketiga adalah dimensi ling­kungan yang terdiri dari kelu­arga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam pandangannya, ke­tiga dimensi itu saling beriri­san dan memiliki titik pen­ekanan informal yang seha­rusnya pendidikan anak se­cara dini dimulai dari kelu­arga, yakni dalam memberi­kan penanaman nilai-nilai positif sehingga ketika anak berinteraksi dan terjun ke lingkungan sudah memiliki fondasi ilmu yang baik. Se­hingga, apa yang anak lakukan tidak akan salah jalan karena karakter dasarnya yang baik-baik sudah terbentuk.

Muhadjir menuturkan bahwa sekolah itu memberikan peng­etahuan dan pengalaman dasar pada anak. Sedangkan nonformal domainnya terle­tak pada masyarakat yang memberikan pesan sifatnya saikomotorik.

“Sistematika konseptualnya seperti itu, sehingga harusnya di masyarakat ya diberikan se­macam keterampilan atau kur­sus. Sementara bimbel domain­nya ada di sekolah,” ujarnya.

Secara tegas, Muhadjir pun mengatakan bahwa PAUD itu tanggung jawabnya pertama ada di keluarga. Sehingga, PAUD seharusnya menjadi penopang fungsi peranan dari keluarga.

“Mendidik anak usia dini mutlak ada di tangan ibu se­jak dari dalam kandungan hingga lahir, tumbuh, dan berkembang. Sebab peranan ibu itu tak tergantikan sama halnya dengan peran guru di sekolah,” terangnya.

Menurutnya, perhatian pen­didikan kepada anak usia dini menjadi salah satu program yang kini sedang dikembang­kan di negara-negara ASEAN dan ke depannya akan men­jadi sebuah prioritas.

“Pendidikan bagi anak usia dini kini jadi salah satu yang kami perhatikan. Bukan hanya diberikan pada saat anak be­rusia lima tahun tapi juga sejak dari dalam kandungan sang ibu,” tuturnya.

Dia menyebutkan, Seameo ini ada sebanyak 24 center yang tersebar di seluruh ang­gota ASEAN dan di Indonesia ada sebanyak tujuh Seameo termasuk salah satunya di Jayagiri, Lembang, KBB. Di­rinya berharap dengan adanya Seameo ini dapat merespons kebijakan-kebijakan pemerin­tah yang saat ini mulai mem­perhatikan masalah pendidi­kan anak usia dini. (drx)

BAGIKAN
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.