BNN KBB Kekurangan Personel

162
SINERGITAS: Anggota BNN dan Polri selalu bersinergi dalam berantas dan melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

NGAMPRAH – Semakin meningkatnya kejahatan dan penyalagunaan narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) membutuhkan tambahan
personel di lapangan untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, Sam Norati Martiana mengungkapkan, saat ini, jumlah personel hanya 18 orang termasuk pegawai yang ada di Kator BNN. Sementara, luas Kabupaten Bandung Barat yang memiliki 16 kecamatan, 165 desa dengan total penduduk saat ini mencapai 1,8 juta tidak sebanding dengan personel yang ada.

’’Sebanyak 8 orang di antaranya merupakan ASN dan sisanya merupakan tenaga kerja kontrak (TKK). Idealnya memang 1:400 jiwa. Sementara di KBB kan penduduknya mencapai 1,8 juta jadi memang tidak sebanding,” jelas Sam ketika ditemui kemarin (11/4)

Dia memaparkan, kendati masih kekurangan personel, dirinya optimis pencegahan dan penindakan kepada para pengguna narkoba masih bisa dilakukan dengan berkoordinasi dengan Polres Cimahi jika ada laporan di lapangan.

“ Dengan cara tersebut bakal jauh lebih efektif dan mampu memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Menurut dia, bicara soal narkoba tidak terlepas dari permintaan dan pengiriman. Sehingga potensi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bandung Barat sangat besar. Hal itu yang harus dilakukan pencegahan agar narkoba tidak masuk secara bebas dan mampu ditindak cepat.

’’Makanya kami terus melakukan sosialisasi pencegahan ke 16 kecamatan meliputi sejumlah desa. Harapannya penggunaan narkoba bisa terus berkurang dan ke depan Kabupaten Bandung Barat bisa bebas narkoba,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tahun ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi soal P4GN ke sejumlah perusahaan. Di antaranya sudah dilakukan kepada perusahaan PT Nyalindung, Perkebunan Karet di Cikalongwetan dan PTPN VIII Panglejar. Sementara, perusahaan yang berencana akan dilakukan P4GN seperti perusahaan PT. Combiphar dan PT. Indofood. “Sifatnya ini sesuai permintaan pihak perusahaan. Jika ingin mencegah penyalahgunaan para pegawai maka kami siap membantu,” katanya.

Tahun ini, sebut dia, ditargetkan ada 10 perusahaan yang bisa dilakukan kerjasama bersama BNN. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Apindo untuk mendata perusahaan mana saja yang akan dilakukan P4GN.

“Kegiatan ini bukan tes urine, tapi sosialisasi dulu agar masyarakat paham soal bahaya narkoba. Karena potensi ada saja oknum pegawai yang bisa menggunakan narkoba,” pungkasnya. (drx)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.