Bidik Pemilih Muda, Targetkan Partisipasi 70 Persen

48

SUKABUMI – Pemilih muda di Jawa Barat (Jabar) dinilai sangat menentu­kan pemenangan dalam Pilkada Serentak 2018. Oleh sebab itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menggandeng kampus untuk peningkatan partisipasi pemilih pemula dalam Pilkada tersebut, khususnya untuk Pilgub Jabar. KPU Jabar bahkan mematok target partisipasi masyarakat mencapai 70 persen.

“Pemilih muda di Jabar tinggi sekali, sementa­ra asumsi sekarang anak muda agak sinis pada poli­tik. Padahal keberadaan mereka sangat menentukan dalam pemenangan. Art­inya, anak muda menen­tukan siapa yang akan me­nang pada Pilkada serentak ini,” ujar Presiden Direktur Center for Election and Po­litical Party (CEPP), Chus­nul Mariyah saat menyam­bangi kampus Univerisitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Rabu (11/4) lalu.

Menurut Chusnul, KPU Jabar mempunyai program electainment on campus di 30 kampus yang ada di Jabar. Di mana hampir setiap harinya ada kegia­tan pendidikan pemilih pemula hingga Mei men­datang. Dalam kegiatan tersebut, ungkap Chusnul, diberikan materi pendidi­kan pemilih muda tentang makna demokrasi, pemilu, pilkada serta isu kebijakan yang ada di setiap daerah.

“Pemilih pemula, yang di dalamnya ada genera­si milenial, yang berusia antara 17-29 tahun, jum­lahnya mencapai sekitar 53 juta. Metode pendidi­kan yang mesti diterap­kan kepada pemilih muda bukan model ceramah, tapi harus lebih banyak diskusi kelompok den­gan senior sehingga bela­jar bersama. Kemasannya dalam bentuk fun but not funny, seperti menonton film tentang demokrasi dan simulasi pencoblosan sehingga tidak membosan­kan,” pungkas Chusnul.

Komisioner KPU Jabar, Ferdhiman Bariguna me­nuturkan, jumlah pemilih pemula kurang lebih seki­tar lebih 6 juta jiwa dan generasi milenial 11-12 juta jiwa. Total pemilih muda mencapai sekitar 18 juta atau 60 persen dari to­tal pemilih. Sehingga, suara para pemilih muda sangat penting dalam pelaksanaan pilkada mendatang. “Par­tisipasi pemilih pemula ini diharapkan bisa mencapai target tingkat partisipasi warga dalam pilkada ser­entak, sekitar 70 persen,” terang Ferdhiman.

Rektor UMMI, Sakti Alam­syah menambahkan, meli­hat jumlah pemilih pemula di Jabar yang jumlahnya sangat signifikan, diperlu­kan metode persuasif agar para pemilih pemula terse­but mau berpartisipasi aktif pilkada. Hal itu untuk menepis isu atau ajakan-ajakan yang mengarahkan para pemilih pemula untuk tidak ikut berpartisipasi.

“Bila hal ini terjadi, akan merugikan negara dan masa depan bangsa. Kalau tidak diingatkan dari sekarang, kita khawatir para pemilih pemula tidak ikut berpartisipasi,” sing­katnya.(ovi)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.