Berikan Alat Penjernih Air

Dapat Bantuan Langsung Dari Kodam III/Slw

75
HASILKAN AIR JERNIH: Dandim 0609 Letkol Arh. Andre Wira Kurniawan mengamati air sungai yang sebelumnya diolah langsung dengan menggunakan alat penyaring dari Belanda.

MAJALAYA – Meski sarana air bersih sudah terjangkau luas ternyata puluhan warga di Kampung Ciwalengke, RT 02 RW 10, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, masih menggunakan air dari anak Sungai Citarum yang tercemar limbah untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketua RT 01 RW 10, Kampung Ciwalengke, Tatan 42, mengatakan, selama belasan tahun warga Ciwalengke terpaksa menggunakan air dari anak sungai Citarum untuk kebutuhan sehari-hari.

’’Mereka kesulitan memperoleh air bersih. Karena, air dari sumur warga sebagian berwarna kuning dan berminyak sehingga tidak layak konsumsi,’’ kata Tatan saat ditemui di Kampung Ciwalengke, kemarin (14/2).

ads

Dirinya mengungkapkan, untuk menggunakan air sungai warga melakukan proses penyaringan terlebih dahulu dengan ditampung ke bak penampungan. Kemudian baru disalurkan melalui pipa. Meski seringkali mengalami gatal-gatal.

Melihat kondisi ini, Kodam III Siliwangi memberikan bantuan berupa alat penjernih air kotor disertai bak penampungan air. Alat yang didatangkan langsung dari Belanda. Alat ini di klaim bisa membuat air yang berasal dari anak sungai Citarum menjadi bersih dan bisa dikonsumsi.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI DONI Monardo melalui Dandim 0609 Kabupaten Bandung Letkol Arh Andre Wira Kurniawan mengatakan, pihaknya memberikan alat penjernih air kepada warga setelah adanya keluhan warga yang mengaku kesulitan memperoleh air bersih.

’’Masyarakat pada saat menghadap beliau (Pangdam) menyampaikan, mereka kesulitan air bersih. Sekarang kami serahkan langsung kepada masyarakat,’’ katanya Andre.

Andre memaparkan, secara teknis, air sungai disedot menggunakan mesin air dialirkan ke bak penampungan dengan kedalaman 1,5 meter. Kemudian, air tersebut mengalir ke bak berikutnya yang sudah dilengkapi arang dan ijuk sebagai penyaring.

’’Selanjutnya air mengalir ke alat penjernih air tersebut. Total bak penampungan berukuran 2×3 meter persegi,’’kata dia.

Saat sudah masuk ke alat penjernih air, katanya, warga tinggal memompa alat tersebut kemudian air berwarna bening akan keluar dan bisa langsung digunakan untuk kebutuhan sehari hari

Andre menambahkan, selama satu pekan Prajurit Zeni Kodam melakukan pemasangan instalasi air lengkap dengan bak penampungan air kotor dari sungai.

Bahkan, selain di Kampung Ciwalangke Desa Sukamaju, mesin penjernih air kotor ini juga dibangun di Kampung Cimarangi, Desa Padamulya Kecamatan Majalaya.

’’ Mudah-mudahan alat penjernih air ini dapat mengubah dan berdampak pada kesehatan warga yang semakin bagus, karena kualitas air ini sudah diakui oleh WHO dengan debit 500 liter per jam,’’ terangnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira mengakui, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bandung selalu menyediakan pengadaan air bersih bagi masyarakat.

“Setiap tahun Pemkab Bandung selalu menyediakan pengadaan air bersih, akan tetapi jumlah 270 desa 10 kelurahan tentunya harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan keadaan lapangan yang ada,” ucapnya. (yul/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.