44

Bentuk Pelayanan Kemanusian Terhadap Masyarakat

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, H. Cucun Ahmad Syamsurijal Gelar Pengobatan Gratis

GELAR BAKSOS: Anggota Komisi IV DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan sambutan pada acara pengobatan gratis di desa Tanggulun, kecamatan Ibun.

IBUN – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, H. Cucun Ahmad Syamsurijal, meng­gelar pengobatan gratis pada warga terdampak ban­jir di GOR desa Tanggulun kecamatan Ibun kabupaten Bandung, Sabtu (10/3).

Selain mengadakan pengo­batan gratis, H. Cucun ber­sama Alumni SMP Myone Majalaya angkatan 1993 mem­berikan bantuan dengan mengunjungi rumah para korban banjir. Pelayanan pengobatan gratis ini, sebut dia, sebagai bentuk pelayanan kemanusian terhadap masy­arakat yang terdampak banjir.

”Kegiatan pelayanan pengobatan gratis kepada masy­arakat korban banjir ini untuk menanggulangi pasca-bencana banjir,” kata H. Cucun usai kegiatan Pengo­batan Gratis.

Menurutnya, dengan dia­dakan pengobatan gratis tersebut. Dia berharap bisa mengurangi beban warga terdampak banjir. Menurut­nya, dampak banjir luapan sungai Citarum warga men­galami berbagai penyakit, yakni, gatal-gatal, reumatik, batuk, demam dan penya­kit lainnya.

H.Cucun mengaku, kegia­tan tersebut bekerjasama dengan Kementerian Kese­hatan untuk memfasilitasi obat-obatan dan dokter se­cara gratis. “Ini dari wujud kerja daripada pemerintah dan kami dari legislatif.

Selain itu, Ibu Menteri Kesehatan, mempersilakan kepada kami, apabila ada anggota DPR yang mau melakukan kegiatan dalam penanggulangan bencana ini, sehingga di fasilitsi dan seluruh obat di tanggung olehkementerian keseha­tan,” ungkapnya.

Setelah menggelar pengobatan gratis, H. Cucun bersama rombongan memberikan bantuan dan menengok ke rumah warga yang terdam­pak banjir akibat luapan sungai Citarum. “Setelah mendapatkan laporan dari Kepala Desa Tanggulun dan masyarakat, kami langsung datang ke rumah warga, setelah dilihat, kondisinya sangat menghawatirkan dan banyak warga yang sakit,” ucapnya.

Dia mengaku, pihaknya bermitra dengan liding sektor LHK, yang harus betul-betul menata kawa­san Bandung ini. Sehing­ga LHK juga harus singkron dengan BBWSDAS CITA­RUM. Karena, belum lama ini sudah dilakukan deklarasi Citarum Harum oleh Presiden Jokowi. “Sehinggaactionnya harus betul-betul real jangan hanya seremonial saja,” tegasnya.

Menurutnya, hal ini sudah menjadi masalah lama di Kabupaten Bandung, namun permasalahan Sungai Cita­rum sekarang baru jadi per­hatian cukup luar bisa, ba­hkan dari TNI Angkatan Darat ikut turun, karena ini men­jadi komitmen semua.

“Saya selalu teriakan penataan di hulu sungai, kemudian pengerukan, normalisasi sungai, baik anak sungai maupun sungai Citarum, sehingga harapan ke depannya jangan sampaiada kalimat banjir tahunan danbanjir lima tahunan,” ungkapnya.

Karena itu, dia akan mem­bawa permasalahan banjit untuk dibahas di Komisi V, kemudian akan disampaikan di Komisi IV Kementerian LHK dan Pertanian. Dia be­ralasan, banjir ini bukan hanya merendam ribuan rumah warga, namun di Ka­bupaten Bandung ini, seba­nyak 3270 hektar terkena dampak banjir.

“Ribuan hektar tersebut sudah persiapan panen. Se­dangkan para petani ada yang faham dengan asuransi per­tanian dan ada yang belum faham, mereka mau panen malah terkena dampak ban­jir akhirnya tidak bisa menda­patkan penghasilan,” jelasnya.

Dia mengharapkan pihak pemerintah harus hadir un­tuk menanggulangi segera aga kerugian tidak terlalu banyak. “Kita sebagai penyam­bung aspirasi masyarakat, maka akan di sampaikan di rapat hari senin besok,” pa­parnya. (adv/yul/ign)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.