Benny: Tak Masalah Jika Tidak Jadi Sekda

108

CIMAHI – Adanya sebagian masyarakat yang menginginkan peninjauan ulang atas pengangkatan Seketaris Daerah (Sekda) Kota Bandung ditanggapi santai oleh sekda terpilih Benny Bachtiar.

Benny yang masih menjabat sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi menyatakan menerima dengan ‘legowo’ jika Pelaksana tugas (Plt) sekaligus Wali Kota Bandung terpilih Oded M Daniel mengkaji ulang terkait penunjukkannya dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada kepala daerah di Kota Bandung tersebut.

“Saya tidak bisa berkomentar banyak karena itu kewenangan dari kepala daerah yang ada di Kota Bandung. Tapi saya siap menerima saja, tidak apa-apa,” ujarnya, saat dihubungi melalui sambungan seluler, kemarin. (14/9).

Dia menilai, jika harus terjadi peninjauan ulang maka Benny yakin, sudah melalui berbagai pertimbangan. Ia juga yakin apa yang akan dihasilkan nanti itu sudah yang terbaik.

-ads-

“Selama ini saya tidak pernah meminta jabatan, saya juga tidak pernah menolak ditempatkan dimana saja,” katanya.

Untuk itu, Benny meluruskan pendapat sebagian pihak yang menilai dirinya masuk ke Kota Bandung karena ada hal-hal lain, khususnya dengan isu adanya kedekatan dirinya dengan Wali Kota Bandung terdahulu Ridwan Kamil.

Dia mengklaim, untuk menjadi Sekda Kota Bandung dirinya sudah mengikuti semua tahapan dan prosedur yang harus ditempuh, mulai dari proses pendaftaran sampai terpilihnya itu dilakukan murni dan tidak ada semacam titipan,

“Saya masuk ke Kota Bandung bukan karena kedekatan dengan Pak RK atau Mang Oded, tapi karena karena dorongan dari rekan-rekan. Saya juga mengikuti apa yang sudah menjadi ketentuan. ” ungkapnya.

Benny menjelaskan, open bidding itu memberikan kesempatan kepada orang dari luar daerah untuk berkiprah ikut memajukan daerah. Dan tentunya orang tersebut adalah mereka yang dianggap memiliki kemampuan dan integritas.

Tidak hanya itu, panitia seleksi saat open bidding pun dari independen, profesional. Sehingga mereka yang dipilih mungkin sudah melalui berbagai pertimbangan dan penilaian.

“Jika hasil kajian ulang yang dilakukan saya batal menjadi Sekda Kota Bandung, pasti saya terima. Menurut saya, apapun yang akan terjadi terhadap karir saya, saya serahkan kepada Allah SWT Yang Maha Tahu,” jelasnya.

Disinggung dengan adanya keterkaitan Benny Bachtiar dengan kasus korupsi penyertaan modal Pemkot Cimahi kepada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) Benny mengaku, saat kejadian dia menjabat sebagai Kasubit di Bappeda Kota Cimahi.

“Waktu itu masih eselon 5 kasubit di Bappeda. Taat menjalankan perintah pimpinan, saya tidak tahu khusus strategi apa yang dijalankan sehingga dimasukkan anggaran tersebut. Saya hanya melaksanakan perintah pimpinan sesuai tupoksi,” tuturnya.

Sedangkan terkait statusnya dalam kasus dia menolak memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab, kasus ini merupakan ranah Kejari Cimahi. Namun, proses hukumnya sudah berjalan setahun.

’’Saya dimintai keterangan. Yang berhak menjawab Kejari Cimahi yang selama ini melakukan investigasi terhadap orang-orang yang dianggap mengetahui pada prosesnya,” ungkapnya.

Benny menambahkan, dengan adanya desakan dari elemen masyarakat yang meminta Benny tak jadi Sekda Kota Bandung. Benny mengaku hanya bisa mentafakuri diri saja.

“Ini hal baik bagi saya agar ke depan saya harus lebih hati hati lagi, koreksi diri, agar lebih baik lagi,” pungkas dia. (ziz/yan).

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.