Baru 4 Hari Diaspal, Sudah Jebol

Klaim Mengelupas Karena Banjir

38
KUALITAS BURUK: Petugas dari Bina Marga Kota Cimahi mengangkat bongkahan aspal yang terkelupas akibat hujan deras yang mengguyur rabu malam.

CIMAHI – Hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi, Rabu (7/11) malam, meny­ebabkan ruas Jalan Mahar Martanegara mengalami ke­rusakan parah. Padahal, jalan tersebut baru saja di aspal empat hari lalu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kemarin (8/11), jalan yang berada di sekitar Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, itu aspalnya mengelupas ka­rena diterjang banjir dari luapan air sungai Ciputri. Jalan yang memiliki panjang 2,6 kilometer itu, sekitar 70 meter mengalami kerusakan yang sangat parah, padahal, jalan tersebut baru saja sele­sai dihotmix oleh Pemerintah Kota Cimahi.

Sementara itu, petugas dari Pemerintah Kota Cimahi terlihat tengah membereskan lapisan aspal yang mengelu­pas, akibatnya arus lalu lintas dari arah Cimindi menuju Leuwigajah maupun seba­liknya menjadi tersendat.

ads

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Ci­mahi, Wilman Sugiansyah ber­janji akan memperbaiki jalan tersebut secapatnya. Namun, untuk kerusakan jalan dia meng­klaim karena kerusakan air.

’’Ini murni karena arus air yang kuat saat banjir mener­jang kawasan ini,” jelas Wilman saat ditemui disela pengece­kan jalan rusak di Jalan Mahar Martanegara, kemarin (8/10).

Dia mengatakan, untuk memperbaiki jalan tersebut pihaknya akan meminta kon­traktor pemenang proyek jalan itu untuk perbaiki ulang, namun untuk besaran biaya dia mngelak menyebutkannya.

Meskipun jalan terlihat ru­sak parah, dia masih saja mengelak jika kualitas aspal dikatakan dibawah standar.

’’Sebenarnya sudah bagus, hanya saja banjir yang me­nerjang sangat deras,”kata dia.

Kendati begitu, dia menu­turkan, untuk kedepan pi­haknya akan membuat program pemeliharaan jalan agar tidak rusak saat diterjang banjir.

Sedangkan saat disinggung terkait kondisi drainase di ka­wasan tersebut, Wilman kem­bali berkelit bahwa saluran air sudah sesuai standar. hanya saja debit airnya saat hujan deras kerap melebihi kapasitas.

Dia menjelaskan, untuk proyek pengaspalan jalan tersebut telah diberikan spe­sifikasi dengan tebal aspal sekitar lima sentimeter. peng­erjaan pengaspalan secara keseluruhan hanya memakan waktu tiga hari.

Sementara untuk menga­tasi banjir akibat luapan air Sungai Ciputri, lanjutnya, pihaknya akan berkoordi­nasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi.

”Air di sungai (Ciputri) saat hujan deras tak tertampung, akhirnya meluap ke jalan. Jadi untuk masalah ini harus terintegrasi dengan DPKP karena kaitannya dengan sungai,” katanya.

Terpisah, Kepala DPKP Kota Cimahi, M Nur Kuswan­dana, mengatakan, meluap­nya air dari aliran Sungai Ciputri ke Jalan Mahar Mar­tanegara karena sungai ter­sebut memiliki masalah 3P (Penyempitan, Pendangkalan, Pencemaran).

”Sehingga ketika terjadi hu­jan, kapasitas saluran tidak mampu untuk menampung debit air, sehingga meluap ke jalan. Oleh karena itu perlu pelebaran saluran,” ujarnya.

Terkait aspal yang mengelu­pas, kata dia, memang ka­rena derasnya air dari sung­ai yang menerjang jalan tersebut, sebab aspal berada diatas beton, sehingga mu­dah mengelupas saat diter­jang banjir.

Pihaknya baru berencana akan melakukan pelebaran sejumlah sungai di Kota Ci­mahi, termasuk Sungai Cip­utri. Padahal, seharusnya, pengerukan sungai dan per­baikan drainase harus dila­kukan sebelum datangnya musim hujan. (ziz/yan)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.