Bantuan Untuk Petani Kembali Digulirkan

2017 Telah Capai Swasembada Beras

118
PANEN LEBIH AWAL: Petani di Kecamatan Lembang terpaksa memanen lebih awal sayuran akibat terjadi hujan terus menerus.

NGAMPRAH – Pada anggaran 2018, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan, akan kembali menyalurkan bantuan untuk pera petani dalam menyukseskan sewasembada pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, Ida Nurhamida mengatakan, tahun ini sudah dianggarkan di APBD 2018 dalam bentuk beberapa program bantuan.

Dia memaparkan, sejak 2014-2017, bantuan yang sudah diberikan kepada kelompok tani, terdiri dari traktor roda dua sebanyak 378 unit, traktor roda empat sebanyak 7 unit, pompa air 256 unit, rice transplanter 43 unit dan handsprayer 372 unit.

Lihat Juga:  Samsul Arif: Terasa Hambar Meski Bergelar

’’ Jadi bantuan bagi para petani tidak bisa diberikan secara perorangan, melainkan harus melalui kelompok tani yang sudah memiliki legalitas atau sudah masuk data sistem penyuluhan pertanian,”jelas Ida ketika ditemui kemarin (9/3)

Dia menyebutkan, ada sekitar 1.610 kelompok tani dengan jumlah anggota mencapai hampir 50.000 orang. Setiap kelompok tani memiliki anggota sebanyak 20 orang.

“Di dalam kelompok tani itu anggotanya tidak hanya petani pangan, tapi ada juga petani ternak, sayuran dan lain-lain,” ujar Ida.

Ida menyebutkan, syarat untuk mendapatkan bantuan, kelompok tani harus mengajukan proposal melalui Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) yang ada di setiap Kecamatan.

Lihat Juga:  Pantau Daging Impor Ilegal

Lebih jauh Ida menjelaskan, menjelang berakhirnya jabatan Bupati Bandung Barat Abubakar, pihaknya ingin memberikan kontribusi besar di dunia pertanian. Untuk itu, peran petani sangat besar dalam menyukseskan segala program pemerintah yang digulirkan.

“Kami selalu memperhatikan kesejahteraan petani juga, itu sesuai arahan pak bupati,” paparnya.

Dia mengklaim, Kabupaten Bandung Barat selalu mencapai sewasembada beras berkelanjutan sejak 2009 hingga 2017. Bahkan, atas sewasembada tersebut, produksi beras di Kabupaten Bandung Barat sudah mampu memenuhi konsumsi seluruh masyarakat.

“Bahkan kita surplus dan mampu menyumbangkan bagi Jawa Barat,” terangnya. Dia menyebutkan, luas tanam padi di Kabupaten Bandung Barat mencapai 45.369 hektare, luas panen 33.744 hektare, produktivitas mencapai 65,45 kwintal/hektare. (drx/yan)

Lihat Juga:  Menpora Pertanyakan Sanksi PSSI Kepada Persib Soal Rohingya
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.