Bandung Barat Miliki Jalan Soekarno

97
JALAN DIRESMIKAN: Plt Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra secara resmi mengganti Jalan Tangkubanparahu dengan Jalan Soekarno di wilayah Lembang, jalan ini menjadi kebanggaan KBB.

NGAMPRAH– Jalan Raya Tangkubanparahu yang berlokasi di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat resmi berganti nama dengan Jalan Ir Soekarno. Jalan tersebut sudah begitu terkenal dan sangat melegenda dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Peresmian dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Yayat T. Soemitra dengan sejumlah pejabat pada Jumat (13/7).

Yayat menuturkan, pemberian nama jalan merupakan salah satu aplikasi terjemahan Pemkab Bandung Barat dalam melaksanakan Spirit of Bandung. Soekarno adalah nama sosok yang telah dikenal oleh dunia sehingga fasilitas umum harus disempurnakan dengan nama besar juga. Menurutnya, tidak perlu dikhawatirkan penggantian nama ini akan mengurangi kesakralan dan kebesaran Tangkubanparahu. “Tidak perlu dikhawatirkan nama Soekarno ini akan mengurangi kebesaran Tangkubanparahu, justru kita harus bangga,” katanya.

Sebaliknya, Yayat menilai pemberian nama Soekarno adalah sebagai niat untuk lebih membesarkan kembali Tangkubanparahu. Hal ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari peringatan HUT ke-11 KBB beberapa waktu lalu yang simbolisasinya diawali dengan tradisi berziarah ke makam para Bupati Bandung. Dia pun yakin Soekarno yang pernah lama di Bandung pernah menginjakkan kakinya di Gunung Tangkubanparahu.
“Bung Karno yang lama di Bandung pasti juga bangga kepada Tangkubanparahu. Bukan hanya nama Soekarno, kami juga menyiapkan nama KH Abdurrahman Wahid dari mulai Jalan Padasuka Cimahi sampai Jalan Panaris,” sebutnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, di KBB ada 140 jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Itu belum termasuk jalan lingkungan dan ada 80 nama jalan yang belum diberikan nama. Pihaknya ingin nama jalan per kecamatan ada temanya, misalnya di Lembang bisa pakai nama-nama kecamatan. Kemudian di Parongpong bisa pakai nama-nama bunga, Padalarang menggunakan nama olahraga tradisional.

“Kami sangat bersyukur dan senang bahwa peristiwa hari ini menjadi momentum perubahan saya, karena dalam 11 tahun menunggu baru sekarang terealisasi. Ada 71 jalan yang sudah ada nama dan itu dilakukan pengkajian dalam tiga bulan. Mudah-mudahan perubahan nama jalan ini bisa berdampak pula pada pembangunan ke depannya,” pungkasnya. (drx)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.