Ayam Tembus Rp 40 ribu

28
TETAP BERJUALAN: Penjual daging ayam tengah memotong ayam di pasarn Cicadas melayani pembeli meski harga mengalami kenaikan membuat pendapatan jadi turun.

BANDUNG – Meningkatnya harga daging ayam menjelang datangnya bulan Ramadan disebabkan meningkatnya permintaan dari masyarakat. Namun, disisi lain stok daging di tingkat produsen belum bisa memenuhi.

Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin mengatakan, kenaikan ini sebetulnya sudah diprediksi, harga daging ayam broiler mengalami kenaikan diduga ada keterbatasan pasokan.

“Kenaikan harga daging ayam mungkin kaitannya dengan suplai. Suplai yang terbatas mengakibatkan broiler naik sampai Rp40.000,” ungkap Solihin usai menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Baru Kota Bandung di Jalan Oto Iskandar Dinata, kemarin (15/5).

Baca Juga:  Peduli Wawasan Kebangsaan

Pemkot Bandung akan berkoordinasi bersama produsen daging ayam broiler di Kota Bandung untuk mencari solusi dalam menstabilkan harga. Hal ini, seiring bulan Ramadan yang tinggal sehari lagi.

“Kami juga ingin mengetahui apakah penyebab kenaikan itu memang dari suplai, sisi transportasi, atau ada yang menimbun,” katanya.

Solihin menegaskan, stabilisasi harga tidak hanya berlaku bagi komoditas daging ayam, tapi juga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) lainnya.

“Kalau kenaikannya masih wajar sepertinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya akan terus melakukan sidak di seluruh pasar Kota Bandung guna memonitor kondisi harga pada kepokmas.

Baca Juga:  Stok Daging Ayam Aman tapi Mahal

“Kami sudah minta pergerakan harga dilaporkan dari PD Pasar Kota Bandung,” ujarnya.

Melihat kenaikan harga daging ayam mencapai Rp40.000, dia mengaku, Satgas Pangan untuk melakukan operasi pasar jangan dulu dilibatkan. Namun, permasalahan ini harus diketahui dulu sampai ada penurunan harga.

’’Maksimal, penurunan diusahakan dulu di harga Rp38.000. Sekarang kan sudah Rp40.000, dan itu hampir berada di ambang batas wajar. Tapi sebelum Satgas Pangan turun, diusahakan berkordinasi terus dengan pemasok ayam,” katanya.

Kendati demikian, bila ditemukan produsen maupun pedagang ayam yang mempermainkan harga akan disanksi tegas.

Baca Juga:  Jangkauan OP Ayam Meluas

“Makanya jangan ada satgas atau sanksi lah. Karena sanksi itu tindakan terakhir yang bisa dilakukan,” katanya. (mg3/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here