Antisipasi Banjir Tahunan

29
IMBAU WARGA: Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial saat meresmikan pintu air di Kelurahan Cijerah Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Pintu air tersebut dibangun secara swakelola oleh tim reaksi cepat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung. Oded berpesan agar tidak membuang sampah ke sungai.

BANDUNG – Warga RT 4 RW 9 Kelurahan Cijerah Kecamatan Bandung Kulon kini bisa lebih tenang saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Wilayah tersebut telah memiliki pintu air yang terletak di RT 7 RW 9 Kelurahan Cijerah Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung.

Warga berharap hadirnya pintu air bisa mengantisipasi banjir yang sudah 15 tahun terjadi di wilayah tersebut. Pintu air tersebut merupakan penahan luapan Sungai Cibeureum yang kerap menyebabkan banjir di daerah itu.

Pintu air tersebut dibangun secara swakelola oleh Tim Unit Reaksi Cepat Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung. Secara bergotong royong dengan warga, pintu air tersebut dibangun tanpa melibatkan pihak ketiga. Pintu air itu diresmikan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial. Usai peresmian, Oded berpesan kepada warga untuk memelihara fasilitas tersebut. Selain mengamanatkan pintu air untuk dijaga, sungai sepanjang wilayah itu juga harus diproteksi.

Baca Juga:  Alokasikan Rp 10 Miliar untuk Proyek Danau Retensi

”Jangan ada lagi yang buang sampah ke sungai. Bukan hanya sampah produk dari rumah, tapi juga limbah dari kotoran kita. Saya sedang membangun program sanitasi. Semoga 2019 tidak ada lagi ada lagi yang membuang kotoran ke sungai,” tegas Oded kepada ratusan warga yang hadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Arief Prasetya menambahkan, selain Sungai Cibeureum, pihaknya juga memiliki program untuk merevitalisasi anak-anak Sungai Cikapundung.

”Kita akan ada program besar, yaitu penataan Cikapundung, normalisasi sunagi Citepus, sungai Cipamokolan, dan sungai Cidurian juga kolam retensi Sarimas. Semuanya adalah untuk mengantisipasi banjir dan mewujudkan Citarum Harum,” tutur Arief.

Baca Juga:  Komisi III: Jangan Mau Dibohongi Kota Baru

Arief meminta, agar warga menjaga pintu air tersebut dengan baik. Nantinya, pintu air tersebut akan dioperasikan oleh warga sendiri melalui koordinasi Ketua RT. Jika aliran sungai mulai meninggi, pintu air tersebut ditutup sehingga mencegah aliran air meluber melebihi kapasitas sungai.

”Pintu ini bermuara di Sungai Cibeureum. Kalau meluap bisa ditutup, tapi kalau kurang air untuk sanitasi, ini bisa dibuka. Kita rekayasa supaya bisa mensejahterakan warga menjadi tidak banjir,” ujar Arief. (ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here