86

Adakan Lomba Desain Timbangan

Untuk Memudahkan Perkembangan Balita

FOTO: HUMAS PEMKOT
INOVASI BARU: Kepala Bidang Sosial Budaya Ekonomi Masyrakat Dinas DP3APM Yanti Erlinawati memberikan arahan mengenai pelaksanaan lomba timbangan yang di adakan untuk mempermudah penimbangan berat badan pada balita untuk setiap kecamatan di Kota Bandung.

BANDUNG – Untuk lebih me­masyarakat Posyandu Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Lomba Desain Timbangan Balita tingkat Kota.

Kepala Bidang Sosial Budaya Ekonomi Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pem­berdayaan Perempuan (DP3APM) Yanti Erlinawati mengatakan, pihaknya ingin memiliki ikon timbangan sendiri untuk diguna­kan di tiap Posyandu. “Dari si­tulah kita ingin membuat desain timbangan di Posyandu yang khas Bandung,” jelas Yanti ke­tika ditemui, Jumat (6/4).

Menurutnya, Kompetisi akan melibatkan semua ke­camatan di kota Bandung, desain timbangan yang ter­baik akan dipatenkan men­jadi produk daerah.

Selain itu, Lomba ini dilaks­anakan atas gagasan Kepala DP3APM Dedi Sopandi yang ingin agar Kota Bandung me­miliki ikon untuk timbangan balita di Posyandu.

Dia menambahkan, kompetisi desain ini melibatkan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) di tiap kecamatan. Hal tersebut untuk memberdayakan Posyantek agar bisa menghasilkan inovasi teknologi tepat guna sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Teknologi Tepat Guna.

“Para peserta ini adalah para inovator teknologi tepat guna di bawah Posyantek. Ada 15 desain dari 12 kecamatan yang mendaftar untuk presentasi” seucap dia.

Selain itu, para peserta yang telah mempresentasikan desainnya di hadapan para juri akan diseleksi berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan juri. Sehingga, dari hasil penilaian akan dipilih  menjadi 3 desain terbaik yang akan dilombakan kembali pada 24 April 2018 mendatang.

“Pada 24 April nanti, mereka presentasi lagi bersama produk jadinya,” cetus dia.

Dia menuturkan, tim juri yang terdiri dari unsur Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat, Juariah, Inovator Terbaik Tingkat Jawa Barat, K. Fuzy Agus, Ketua Pokja IV PKK Kota Bandung, Lia Lestari, dan Dinas Kesehatan, Dessy Anggraeni akan kembali menilai hasil inovasi para peserta. Di hari itu, akan dipilih satu karya terbaik yang akan difasilitasi hak patennya oleh Pemerintah Kota Bandung.

“Nanti setelah dipatenkan, harapan kita ini bisa dimasukkan ke ekatalog sehingga bisa diproduksi dan digunakan oleh siapa saja,” ujar Yanti.

Gagasan tersebut diapresiasi oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha. Menurutnya, produk timbangan hasil kompetisi ini akan sangat memudahkan kader dalam menimbang para balita.

“Timbangan ini harus cepat, tinggal klik, digital, anak bisa sambil tidur atau duduk yang penting anak merasa nyaman dengan itu,” katanya.

Dia menilai, para kader cukup kesulitan dengan timbangan manual karena prosesnya yang cukup lama sehingga kerap menimbulkan antrian.

“Harapannya nanti ada perubahan yang signifikan setelah ada desain baru ini,” tutup dia. (yan)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.